Inspiratif, Ini Wejangan Rektor UNS Dihadapan Maba Pascasarjana
Senin, 28 September 2020 - 16:42 WIB
loading...
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Jamal Wiwoho. Foto/Dok/Humas UNS
A
A
A
JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) berharap mahasiswa pascasarjana untuk terus mewujudkan budaya kritis dan inovatif selama menempuh pendidikan. Sehingga lulusan pascasarjana akan bisa menjadi penggerak peradaban bangsa.
Rektor UNS Jamal Wiwoho berharap, kepada mahasiswa pascasarjana agar selama menempuh pendidikan untuk senantiasa memproduksi pikiran-pikiran kritis dan inovatif. Sekaligus juga dapat mengembangkan gagasan-gagasan alternatif sebagai implementasi dari tradisi kebebasan akademik kampus. (Baca juga: UNS Terima Donasi Alkes dari Xihua University )
Dia mengingatkan, budaya masyarakat kampus adalah budaya berpikir kritis dan ilmiah. Sedangkan daya pikir kritis adalah bentuk nalar yang sehat.
Jamal mengatakan, motto Ilmu Sebagai Alat Pengabdian adalah motto yang tepat disandang sebuah kampus. Oleh karena itu, ini menjadi tugas bersama kampus agar mampu mengukuhkan ilmu untuk mengembalikan peradaban kampus sebagai sumber kehidupan yang penuh nilai dan harmoni kehidupan. Tidak hanya sebagai sumber inspirasi, katanya, namun menjadi sumber kekuatan perjuangan untuk peradaban yang bermartabat.
Jamal mengatakan, pendidikan jenjang Magister dan Doktor seharusnya mampu menghidupkan nalar intelektualitas para mahasiswa pascasarjana sehingga meyakini ilmu pengetahuan itu akan membawa perubahan dan kemajuan peradaban. (Baca juga: UNS Terus Kembangkan Layanan untuk Mahasiswa Disabilitas )
Rektor UNS Jamal Wiwoho berharap, kepada mahasiswa pascasarjana agar selama menempuh pendidikan untuk senantiasa memproduksi pikiran-pikiran kritis dan inovatif. Sekaligus juga dapat mengembangkan gagasan-gagasan alternatif sebagai implementasi dari tradisi kebebasan akademik kampus. (Baca juga: UNS Terima Donasi Alkes dari Xihua University )
Dia mengingatkan, budaya masyarakat kampus adalah budaya berpikir kritis dan ilmiah. Sedangkan daya pikir kritis adalah bentuk nalar yang sehat.
Jamal mengatakan, motto Ilmu Sebagai Alat Pengabdian adalah motto yang tepat disandang sebuah kampus. Oleh karena itu, ini menjadi tugas bersama kampus agar mampu mengukuhkan ilmu untuk mengembalikan peradaban kampus sebagai sumber kehidupan yang penuh nilai dan harmoni kehidupan. Tidak hanya sebagai sumber inspirasi, katanya, namun menjadi sumber kekuatan perjuangan untuk peradaban yang bermartabat.
Jamal mengatakan, pendidikan jenjang Magister dan Doktor seharusnya mampu menghidupkan nalar intelektualitas para mahasiswa pascasarjana sehingga meyakini ilmu pengetahuan itu akan membawa perubahan dan kemajuan peradaban. (Baca juga: UNS Terus Kembangkan Layanan untuk Mahasiswa Disabilitas )
Lihat Juga :