Begini Komik Karya Mahasiswa UNS untuk Media Literasi Keuangan Siswa SD
Selasa, 06 Oktober 2020 - 00:22 WIB
Ia mengaku timnya memilih media komik karena anak-anak lebih tertarik dengan media gambar dibandingkan tulisan. “Pertimbangan kami memilih media komik yakni karena komik menyajikan lebih banyak gambar atau visual dibanding tulisan. Tentu media visual lebih mudah dipahami oleh anak-anak sehingga dapat menyampaikan pesan literasi keuangan yang abstrak dalam bentuk lebih konkret. Jadi tahu keuangan seperti apa, mengatur keuangan bagaimana,” tambahnya.
Pemilihan komik dan podcast karena setiap anak memiliki karakteristik dalam menyerap pembelajaran. (Baca juga: Hari Guru Internasional: Selama Pandemi, Semangat Guru Harus Tetap Menyala )
Mereka menyediakan komik bagi anak-anak yang model belajarnya visual, kemudian adanya podcast ditujukan bagi mereka yang model belajarnya auditori. Lalu bagi anak-anak yang model belajarnya kinestetik, mereka fasilitasi dengan tantangan yang ada dalam komik. “Harapannya nanti komik ini akan didaftarkan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan International Standard Book Number (ISBN), jadi nanti akan tersedia di Perpustakaan Nasional,” urainya.
Selain itu, juga bisa digunakan sebagai media dalam kurikulum untuk mengajari literasi keuangan bagi anak-anak. “Dengan berpijak pada media ini, semoga literasi keuangan anak-anak bisa meningkat sehingga perilaku konsumtif menurun, ketika anak-anak sudah baik maka bisa terakumulasi hingga dewasa,” terangnya.
Rizal dan tim selama ini tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat.
Pemilihan komik dan podcast karena setiap anak memiliki karakteristik dalam menyerap pembelajaran. (Baca juga: Hari Guru Internasional: Selama Pandemi, Semangat Guru Harus Tetap Menyala )
Mereka menyediakan komik bagi anak-anak yang model belajarnya visual, kemudian adanya podcast ditujukan bagi mereka yang model belajarnya auditori. Lalu bagi anak-anak yang model belajarnya kinestetik, mereka fasilitasi dengan tantangan yang ada dalam komik. “Harapannya nanti komik ini akan didaftarkan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan International Standard Book Number (ISBN), jadi nanti akan tersedia di Perpustakaan Nasional,” urainya.
Selain itu, juga bisa digunakan sebagai media dalam kurikulum untuk mengajari literasi keuangan bagi anak-anak. “Dengan berpijak pada media ini, semoga literasi keuangan anak-anak bisa meningkat sehingga perilaku konsumtif menurun, ketika anak-anak sudah baik maka bisa terakumulasi hingga dewasa,” terangnya.
Rizal dan tim selama ini tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat.
(mpw)
Lihat Juga :