Kemendikbud Perkuat Pelaku Perbukuan Individu dan Penerbit Tingkat UMKM
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 18:30 WIB
Industri perbukuan sangat penting untuk menunjang operasional pendidikan di satuan pendidikan dan masyarakat. Besarnya jumlah pasar perbukuan yang diperkirakan mencapai Rp13,4 triliun per tahun. Angka tersebut termasuk penerbitan dan distribusi buku cetak dan buku digital, di sekolah maupun rumah/masyarakat, baik bidang pendidikan maupun umum. Selain itu, bidang ini juga telah menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang, termasuk para pelaku perbukuan seperti penulis, editor, dan layouter serta badan usaha penerbitan.
Pandemi COVID-19 telah menurunkan daya beli masyarakat dan hal tersebut berdampak cukup besar pada berbagai sektor termasuk Industri Perbukuan Nasional. Pandemi berdampak kepada penerbit yakni menurunnya omset penjualan, penutupan berbagai gerai/toko buku di berbagai lokasi, hingga pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan. (Baca juga: Epidemiolog UGM: Cegah Klaster Pesantren, Terapkan Karantina Mandiri )
Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan para pelaku perbukuan yang memiliki sertifikat profesi sesuai bidangnya sebagai editor, penulis, atau layouter/ desainer grafik serta peningkatan mutu penerbit melalui proses akreditasi yang tepat.
“Melalui berbagai kegiatan tersebut, diharapkan para pelaku perbukuan dapat bertahan selama pandemi, tetap produktif, dan lebih inovatif pasca pandemi,” tutup Maman.
Pandemi COVID-19 telah menurunkan daya beli masyarakat dan hal tersebut berdampak cukup besar pada berbagai sektor termasuk Industri Perbukuan Nasional. Pandemi berdampak kepada penerbit yakni menurunnya omset penjualan, penutupan berbagai gerai/toko buku di berbagai lokasi, hingga pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan. (Baca juga: Epidemiolog UGM: Cegah Klaster Pesantren, Terapkan Karantina Mandiri )
Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan para pelaku perbukuan yang memiliki sertifikat profesi sesuai bidangnya sebagai editor, penulis, atau layouter/ desainer grafik serta peningkatan mutu penerbit melalui proses akreditasi yang tepat.
“Melalui berbagai kegiatan tersebut, diharapkan para pelaku perbukuan dapat bertahan selama pandemi, tetap produktif, dan lebih inovatif pasca pandemi,” tutup Maman.
(mpw)
Lihat Juga :