2.592 Mahasiswa Pascasarjana UI Diwisuda secara Virtual

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 18:00 WIB
Ari menuturkan, Pandemi COVID-19 ini menjadi bukti nyata bahwa tatanan global saat ini hidup di tengah situasi Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA). Oleh karena itu, jelasnya, harus ada proses transformasi dan kolaborasi antara semua pihak terutama kalangan perguruan tinggi untuk mejawab tantangan pasca pandemi maupun di masa datang. (Baca juga: Rektor UI Paparkan Kontribusi Riset dan Inovasi UI untuk Perangi COVID-19 )

"Pandemi ini menjadi momentum secara merdeka menjalankan marwah perguruan tinggi yang Sesungguhnya. Proses hulu hingga hilir telah dilalui mulai dari meneliti di laboratorium hingga menuangkan buah pikiran menjadi sebuah produk inovatif yang dapat diproduksi dan didistribusikan ke seluruh Indonesia," ujar Rektor Ari.

Pada masa pandemi inipun UI telah menghasilkan produk inovasi untuk membantu kemandirian dalam negeri akan alat kesehatan, obat-obatan dan terapi serta penunjang kesehatan lainnya. Dia mengatakan, sejak awal Maret segenap akademisi dan peneliti lintas fakultas UI telah membentuk grup diskusi untuk menghasilkan inovasi dan hasil analisis bagi pemerintah untuk dijadikan rujukan.

Dibidang sains dan teknologi, katanya, UI telah menghasilkan berbagai produk alat kesehatan yang berguna untuk membantu testing dan perawatan pasien di rumah sakit. Rumah sakit UI juga mendedikasikan operasionalnya untuk penanganan pasien COVID-19. Selain itu, ujarnya, para mahasiswa juga banyak yang terjun sebagai relawan Covid-19. Selain itu juga UI telah mendesain pesawat tanpa awak untuk memantau penerapan PSBB dan juga desain kapal ambulans untuk menangani pasien Covid-19 di pulau-pulau terpencil.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!