Menristek Dorong Kolaborasi Riset Indonesia dengan Eropa
Selasa, 20 Oktober 2020 - 11:53 WIB
Vincent Piket mengatakan, ke depannya penelitian yang dilakukan tak hanya terbatas pada sumber daya alam saja. Namun, akan ada banyak sektor selain sumber daya alam yang bisa diteliti lebih lanjut dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan dan nilai-nilai tertentu. (Baca juga: UIN Bandung Bangun Pusat Riset Sejarah Rasulullah dan Peradaban Islam Dunia )
“Uni Eropa berkomitmen untuk mengatasi tantangan terbesar saat ini yaitu perubahan iklim. Beberapa minggu yang lalu, Komisi Eropa baru saja meluncurkan peluang untuk mengajukan proposal melalui Kesepakatan Hijau Uni Eropa atau European Green Deal Call. Peluang pendanaan melalui program Horizon 2020 ini menyediakan € 1 miliar untuk menanggapi krisis iklim. Peluang pendanaan terbuka untuk kerja sama internasional dalam konteks Perjanjian Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut turut hadir peneliti perwakilan dari organisasi riset terkemuka, European Research Council (ERC) dari Jerman, Austria, Prancis, Belanda, Slovakia, Finlandia, dan Luksemburg yang akan akan memperkenalkan keunggulan Eropa di bidang penelitian, berbagai peluang pendanaan dan kerja sama penelitian.
Kesempatan penelitian tersebut terbuka bagi para peneliti, dosen dan akademisi dari berbagai bidang penelitian dan untuk seluruh Indonesia serta ASEAN. Bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Uni Eropa menyelenggarakan European Research Days (ERD) 2020,bertemakan “Boost Your Research Career in Europe”. Kegiatan yang difasilitasi oleh EURAXESS ASEAN ini menghadirkan rangkaian webinar mulai dari tanggal 19-26 Oktober 2020.
“Uni Eropa berkomitmen untuk mengatasi tantangan terbesar saat ini yaitu perubahan iklim. Beberapa minggu yang lalu, Komisi Eropa baru saja meluncurkan peluang untuk mengajukan proposal melalui Kesepakatan Hijau Uni Eropa atau European Green Deal Call. Peluang pendanaan melalui program Horizon 2020 ini menyediakan € 1 miliar untuk menanggapi krisis iklim. Peluang pendanaan terbuka untuk kerja sama internasional dalam konteks Perjanjian Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut turut hadir peneliti perwakilan dari organisasi riset terkemuka, European Research Council (ERC) dari Jerman, Austria, Prancis, Belanda, Slovakia, Finlandia, dan Luksemburg yang akan akan memperkenalkan keunggulan Eropa di bidang penelitian, berbagai peluang pendanaan dan kerja sama penelitian.
Kesempatan penelitian tersebut terbuka bagi para peneliti, dosen dan akademisi dari berbagai bidang penelitian dan untuk seluruh Indonesia serta ASEAN. Bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Uni Eropa menyelenggarakan European Research Days (ERD) 2020,bertemakan “Boost Your Research Career in Europe”. Kegiatan yang difasilitasi oleh EURAXESS ASEAN ini menghadirkan rangkaian webinar mulai dari tanggal 19-26 Oktober 2020.
(mpw)
Lihat Juga :