Para Ahli Sepakat Jadikan Bogor sebagai Kota Ilmu Rujukan Dunia
Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:44 WIB
Dari sejarah tersebut, lanjut Prof Aman, Bogor sangat layak untuk menjadi kota ilmu rujukan dunia. Ia juga menyebutkan, selain dari sejarahnya, Kota Bogor sampai saat ini dipilih menjadi tempat beberapa lembaga internasional seperti Center for International Forestry Research (CIFOR), South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Biotrop dan Perwakilan International Rice Research Institute (IRRI). (Baca juga: Hubungkan Alumni dari Seluruh Dunia, IPB Diaspora Network Diresmikan )
Tidak hanya itu, lembaga riset dan edukasi di Kota Bogor saat ini telah menjadi media dan tempat bertemunya para peneliti dan akademisi dari berbagai daerah baik dalam maupun luar negeri. Kota Bogor juga menjadi tempat favorit untuk pertemuan ilmiah internasional dalam berbagai bidang keilmuan. Di samping itu, Kota Bogor juga memiliki Istana Kepresidenan sehingga akan menjadi tempat untuk menjamu pimpinan negara maupun lembaga dunia.
Oleh sebab itu, melalui Policy Brief yang dirumuskan oleh Dewan Guru Besar IPB University, Prof Aman meyakini upaya menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Ilmu dapat segera terwujud. Namun, upaya ini harus ada kolaborasi antara lembaga keilmuwan, komunitas, pengusaha, pemerintah kota dan media massa.
“Kota Bogor sudah memenuhi kriteria sebagai kota ilmu dan dapat dikembangkan untuk menjadi rujukan dunia. Tentunya melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan kunci berbasis co-management,” jelas Prof Aman. (Baca juga: Kolaborasi Riset, UI Inisiasi Pertemuan Peneliti UI dan Dispora Indonesia )
Lebih lanjut ia menjelaskan, Kota Ilmu didefinisikan sebagai integrasi habitat ilmu dan ekosistem kota. Integrasi ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemangku kepentingan. Hal tersebut bertujuan memajukan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan masyarakatnya. Sementara, manfaat dari Bogor Kota Ilmu atau Bogor Science City (BSC) antara lain berkembangnya ilmu pengetahuan, berkembangnya kreativitas masyarakat dan meningkatkan kecintaan terhadap ilmu.
Tidak hanya itu, lembaga riset dan edukasi di Kota Bogor saat ini telah menjadi media dan tempat bertemunya para peneliti dan akademisi dari berbagai daerah baik dalam maupun luar negeri. Kota Bogor juga menjadi tempat favorit untuk pertemuan ilmiah internasional dalam berbagai bidang keilmuan. Di samping itu, Kota Bogor juga memiliki Istana Kepresidenan sehingga akan menjadi tempat untuk menjamu pimpinan negara maupun lembaga dunia.
Oleh sebab itu, melalui Policy Brief yang dirumuskan oleh Dewan Guru Besar IPB University, Prof Aman meyakini upaya menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Ilmu dapat segera terwujud. Namun, upaya ini harus ada kolaborasi antara lembaga keilmuwan, komunitas, pengusaha, pemerintah kota dan media massa.
“Kota Bogor sudah memenuhi kriteria sebagai kota ilmu dan dapat dikembangkan untuk menjadi rujukan dunia. Tentunya melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan kunci berbasis co-management,” jelas Prof Aman. (Baca juga: Kolaborasi Riset, UI Inisiasi Pertemuan Peneliti UI dan Dispora Indonesia )
Lebih lanjut ia menjelaskan, Kota Ilmu didefinisikan sebagai integrasi habitat ilmu dan ekosistem kota. Integrasi ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemangku kepentingan. Hal tersebut bertujuan memajukan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan masyarakatnya. Sementara, manfaat dari Bogor Kota Ilmu atau Bogor Science City (BSC) antara lain berkembangnya ilmu pengetahuan, berkembangnya kreativitas masyarakat dan meningkatkan kecintaan terhadap ilmu.
Lihat Juga :