Kemenag Bekali Guru RA Keterampilan Psikososial di Masa Pandemi
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 17:16 WIB
Menurut Saskia, jika kondisi depressi dan stress yang terjadi pada diri seseorang tidak segera diperbaiki dan berkelanjutan maka kemungkinan besar akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Ia menuturkan, kapasitas pemulihan seseorang dalam mengatasi stress tentu berbeda satu sama lain. (Baca juga: Kemenag-LPDP Buka Beasiswa Dosen, Diktis: Faham Keagamaan Harus Moderat )
“Pemulihan seseorang dalam mengatasi stress dipengaruhi oleh faktor kualitas diri dan lingkungan social dan faktor pendukung. segala bentuk pilihan tingkah laku yang ada pada diri seseorang dan lingkungan social untuk mempertahankan atau meningkatkan kesehatan psikologis social sangat berpengaruh,” tutur Saskia.
“Pada prinsipnya, cepat lambatnya pemulihan anak ataupun orang dewasa tergantung dari faktor pelindung dan faktor penghambatnya,” sambungnya.
Dikatakan Saskia, semakin dewasa seseorang maka makin berat faktor penghambatnya dan cenderung akan semakin lama proses pemulihannya. Tetapi, lanjutnya, orang dewasa yang sadar jika dirinya butuh pertolongan, akan mencari bantuan serta ada dorongan dalam diri untuk bangkit, maka hal tersebut akan mempercepat untuk pulih.
“Begitupula dengan anak. Anak yang terlatih mengekspresikan dan mengkomunikasikan emosinya serta kooperatif, ia akan lebih mudah ditangani,” ujarnya
“Pemulihan seseorang dalam mengatasi stress dipengaruhi oleh faktor kualitas diri dan lingkungan social dan faktor pendukung. segala bentuk pilihan tingkah laku yang ada pada diri seseorang dan lingkungan social untuk mempertahankan atau meningkatkan kesehatan psikologis social sangat berpengaruh,” tutur Saskia.
“Pada prinsipnya, cepat lambatnya pemulihan anak ataupun orang dewasa tergantung dari faktor pelindung dan faktor penghambatnya,” sambungnya.
Dikatakan Saskia, semakin dewasa seseorang maka makin berat faktor penghambatnya dan cenderung akan semakin lama proses pemulihannya. Tetapi, lanjutnya, orang dewasa yang sadar jika dirinya butuh pertolongan, akan mencari bantuan serta ada dorongan dalam diri untuk bangkit, maka hal tersebut akan mempercepat untuk pulih.
“Begitupula dengan anak. Anak yang terlatih mengekspresikan dan mengkomunikasikan emosinya serta kooperatif, ia akan lebih mudah ditangani,” ujarnya
Lihat Juga :