Kemenristek Dorong Kolaborasi Triple Helix untuk Perkuat Inovasi

Selasa, 10 November 2020 - 13:13 WIB
Ghufron mengatakan, saat ini Kemenristek/BRIN terus menjalin kolaborasi triple helix bersama perguruan tinggi dan industri dalam membangun sinergi, khususnya untuk pengembangan vaksin ‘Merah Putih. “Kita berupaya yang terbaik untuk melancarkan dan membantu proses suplai vaksin dalam negeri bersama pihak terkait,” ucap Ghufron.

Universitas Airlangga sendiri tengah mengembangkan dua vaksin Covid-19, yakni Vaksin Merah Putih dan vaksin oral yang telah memasuki tahap ketiga dari keseluruhan tahapan pengembangan vaksin. Rektor UNAIR Mohammad Nasih melaporkan kemajuan dari vaksin, obat COVID-19 dan reagen yang telah dihasilkan dari penelitian UNAIR. (Baca juga: 21 Kampus akan Pamer Inovasi di Inovasi Indonesia Expo (I2E) 2020 )

“Kami ingin saat Dies Natalis UNAIR yang ke-66 ada sesuatu yang dirilis. Sebab kalau menunggu vaksin tersebut selesai dan digunakan, ya tahun depan. Prediksinya Maret atau April 2021 vaksin ini akan tuntas kalau semua berjalan dengan lancar," tegasnya.

Vaksin Merah Putih merupakan vaksin Covid- 19 yang dikembangkan bersama UNAIR beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia. Sedangkan vaksin oral, merupakan vaksi dikembangkan oleh Institute of Tropical Disease (ITD) UNAIR bekerja sama dengan London School of Hygiene and Tropical Medicine Inggris.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan MoU antara Universitas Airlangga dengan PT Biotis pharmacheuticals Indonesia dan Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya terkait riset pengembangan vaksin Covid-19 yang disaksikan langsung oleh Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Mukti sekaligus Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek BRIN, mewakili Menteri Bambang sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap kolaborasi antar perguruan tinggi dan industri.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!