Aplikasi 'Lingkar Puan' ITS Raih Emas di Gemastik 2020
Selasa, 10 November 2020 - 23:07 WIB
“Artikelnya ditulis oleh orang berlatar belakang psikologi dan dibuat untuk mendukung penyintas, sehingga diharapkan mereka ikut berani untuk bercerita dan berbagi dukungan,” ungkapnya. (Baca juga: Bantuan Paket Data untuk Mahasiswa PTKI se-Indonesia Belum Juga Cair, Kenapa? )
Selain artikel, Lingkar Puan juga menyediakan konsultasi psikologi dan konsultasi hukum bagi pengguna terdaftar. Bernama Rekan Cerita, konsultasi psikologi bertujuan untuk membantu penggunanya untuk menghilangkan trauma atas kekerasan yang menimpa mereka. Lebih lanjut, konsultasi hukum juga ditambahkan dalam fitur Lingkar Puan. Disebut Rekan Hukum, para pengguna dapat berkonsultasi terkait bidang hukum.
Untuk menentukan fitur yang tepat, tim NCC Lab melakukan wawancara dengan orang berlatar belakang psikologi dan hukum yang berpengalaman di aplikasi konsultasi daring dan kantor advokasi. “Kami wawancara terlebih dahulu supaya kami tahu fitur apa saja yang dibutuhkan untuk membantu penyintas,” terang mahasiswi angkatan 2017 ini.
Mengacu pada target yang luas, teknologi MongoDB, Express, React, dan Node (MERN) dipilih untuk mengembangkan Lingkar Puan yang berbasis web. Tim ini sengaja menggunakan teknologi tersebut agar masyarakat bisa mengakses aplikasi dengan bebas. Artinya, tidak perlu perangkat dengan spesifikasi tinggi untuk mengakses Lingkar Puan. Selain itu, dengan teknologi ini Lingkar Puan dapat menghadirkan fitur obrolan secara real time. (Baca juga: Dibuka Jokowi, I2E Pamerkan Produk Unggulan Inovasi Perguruan Tinggi )
“Jadi kelebihan aplikasi ini, spesifikasi orangnya adalah orang-orang yang paham terhadap kekerasan terhadap perempuan. Terus ada aplikasi lain yang isinya artikel-artikel juga isinya masih umum, bukan kekerasan terhadap perempuan, sedangkan Lingkar Puan ada,” terangnya.
Selain artikel, Lingkar Puan juga menyediakan konsultasi psikologi dan konsultasi hukum bagi pengguna terdaftar. Bernama Rekan Cerita, konsultasi psikologi bertujuan untuk membantu penggunanya untuk menghilangkan trauma atas kekerasan yang menimpa mereka. Lebih lanjut, konsultasi hukum juga ditambahkan dalam fitur Lingkar Puan. Disebut Rekan Hukum, para pengguna dapat berkonsultasi terkait bidang hukum.
Untuk menentukan fitur yang tepat, tim NCC Lab melakukan wawancara dengan orang berlatar belakang psikologi dan hukum yang berpengalaman di aplikasi konsultasi daring dan kantor advokasi. “Kami wawancara terlebih dahulu supaya kami tahu fitur apa saja yang dibutuhkan untuk membantu penyintas,” terang mahasiswi angkatan 2017 ini.
Mengacu pada target yang luas, teknologi MongoDB, Express, React, dan Node (MERN) dipilih untuk mengembangkan Lingkar Puan yang berbasis web. Tim ini sengaja menggunakan teknologi tersebut agar masyarakat bisa mengakses aplikasi dengan bebas. Artinya, tidak perlu perangkat dengan spesifikasi tinggi untuk mengakses Lingkar Puan. Selain itu, dengan teknologi ini Lingkar Puan dapat menghadirkan fitur obrolan secara real time. (Baca juga: Dibuka Jokowi, I2E Pamerkan Produk Unggulan Inovasi Perguruan Tinggi )
“Jadi kelebihan aplikasi ini, spesifikasi orangnya adalah orang-orang yang paham terhadap kekerasan terhadap perempuan. Terus ada aplikasi lain yang isinya artikel-artikel juga isinya masih umum, bukan kekerasan terhadap perempuan, sedangkan Lingkar Puan ada,” terangnya.
Lihat Juga :