Kemendikbud Luncurkan Merdeka Vokasi, Ini Skema Jalur Cepat SMK-D2

Jum'at, 13 November 2020 - 22:07 WIB
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto menjelaskan skema ini yakni nantinya siswa menempuh enam semester di SMK. Dilanjutkan dengan tiga semester menjadi mahasiswa di level pendidikan tinggi. "Jadi pengalaman bekerja di industri akan lebih banyak," katanya saat membuka peluncuran kedua Program Merdeka Vokasi melalui siaran pers, Jumat (13/11). (Baca juga: Vokasi UI Beri Pelatihan Wirausaha Mandiri Digital Art untuk Anak dan Remaja )

Wikan menjelaskan, syarat khusus lainnya adalah adanya penyusunan kurikulum bersama antara SMK, PTV dan DUDI sejak semester satu hingga sembilan. Tidak hanya menyusun kurikulum bersama, lanjut Wikan, selama sembilan semester itu para dosen dan expert DUDI akan bergabung dengan guru SMK untuk mengajar para siswa SMK sejak kelas 10 sampai mereka lulus D2 pada semester 9.

"Capaian pembelajaran selama di SMK akan diakui atau berbobot sekitar 18 SKS (sudah ditempuh) ketika mengawali masuk ke level pendidikan tinggi di PTV," ujarnya.

Mantan Dekan Vokasi UGM ini menerangkan, selama minimal satu semester saat SMK nanti waktu pembelajaran akan dialokasikan untuk program Praktek Kerja Industri (Prakerin). Lalu selama di perguruan tinggi nanti agar softskill dan karakter kebekerjaan para mahasiswa semester delapan dan sembilan mengalokasikan dua semester untuk magang di DUDI. Dengan kuatnya softskills dan karakter ini maka otomatis hardskillsnya juga semakin terasah dan semakin matang. (Baca juga: FRI: Dunia Kampus dan Industri Masih Sering 'Berkonflik' soal Inovasi )

Program magang di semester delapan dan sembilan merupakan program magang yang dilakukan di DUDI maupun dalam program Pembelajaran Industri, yaitu pembelajaran di PTV berbasis produksi atau jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di DUDI.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!