Menristek: Sosialisasikan Riset dengan Bahasa Praktis
Senin, 30 November 2020 - 23:31 WIB
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan perlunya penggunaan bahasa yang lebih praktis dalam mengenalkan kegiatan penelitian , pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap). Hal ini agar lebih mudah diingat dan dimengerti masyarakat umum.
"Biarkanlah litbangjirap menjadi bahasa hukum, bahasa di peraturan. Dalam pembicaraan sehari-hari atau dalam diskusi kita pakai riset dan inovasi. Kalau memang akan disingkat bisa Risnov, karena riset adalah proses atau input, dan inovasi adalah output,jadi kita bicara hulu sampai hilir juga," kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (30/11/2020). (Baca juga: Ingin Masuk PTN Terbaik, Ini 6 Kunci Sukses yang Wajib Diketahui Para Siswa )
Menristek dalam penutupan rapat kerja Kementerian Riset dan Teknologi tahun 2020 dengan tema "Membangun Ekosistem Inovasi" yang berlangsung selama 26-27 November 2020 di Yogyakarta, mengatakan penggunaan istilah litbangjirap perlu disederhanakan menjadi riset dan inovasi.
Pada rapat kerja itu, diusulkan perubahan Prioritas Riset Nasional (PRN) menjadi Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN) yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kegiatan yang menjadi fokus bukan hanya tentang riset (input), melainkan juga inovasi (output). Riset dan inovasi ke depan harus diarahkan ke arah keseimbangan memperhatikan demand pulldan supply pushyang dibutuhkan di Indonesia.
"Biarkanlah litbangjirap menjadi bahasa hukum, bahasa di peraturan. Dalam pembicaraan sehari-hari atau dalam diskusi kita pakai riset dan inovasi. Kalau memang akan disingkat bisa Risnov, karena riset adalah proses atau input, dan inovasi adalah output,jadi kita bicara hulu sampai hilir juga," kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (30/11/2020). (Baca juga: Ingin Masuk PTN Terbaik, Ini 6 Kunci Sukses yang Wajib Diketahui Para Siswa )
Menristek dalam penutupan rapat kerja Kementerian Riset dan Teknologi tahun 2020 dengan tema "Membangun Ekosistem Inovasi" yang berlangsung selama 26-27 November 2020 di Yogyakarta, mengatakan penggunaan istilah litbangjirap perlu disederhanakan menjadi riset dan inovasi.
Pada rapat kerja itu, diusulkan perubahan Prioritas Riset Nasional (PRN) menjadi Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN) yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kegiatan yang menjadi fokus bukan hanya tentang riset (input), melainkan juga inovasi (output). Riset dan inovasi ke depan harus diarahkan ke arah keseimbangan memperhatikan demand pulldan supply pushyang dibutuhkan di Indonesia.
Lihat Juga :