Penularan Covid-19 Tinggi, PJJ Masih Pilihan Terbaik di Tengah Pandemi

Senin, 21 Desember 2020 - 19:14 WIB
Seorang siswa sekolah dasar (SD) mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring dengan didampingi ibunya. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah sudah memberikan izin kepada pemerintah daerah (pemda) untuk membuka sekolah pada Januari 2021 tanpa melihat zona Covid-19. Masalahnya, penyebaran virus Sars Cov-II semakin tinggi.

Sektor pendidikan merupakan salah satu yang paling terdampak pandemi Covid-19 . Pembatasan kegiatan dan interaksi orang-orang, telah membuat sekolah mengubah pola pembelajaran sejak Maret lalu. Sebagian besar sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring. Cara ini paling efektif untuk mencegah penyebaran virus Sars Cov-II di antara siswa, guru, orang tua, dan staf sekolah. (Baca juga: Forum Guru Tolak Sekolah Tatap Muka Digelar Awal Januari, Ini Alasannya )



Namun, PJJ ini menimbulkan banyak masalah, mulai dari para orang tua kewalahan mendampingi anaknya belajar hingga tekanan psikologi anak. Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama sembilan bulan di Indonesia, kebijakan pemerintah pusat pun berubah-ubah. Akan tetapi, “resep” dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum mampu menyelesaikan beragam persoalan PJJ.

Pemerintah sempat mengizinkan pembukaan sekolah hanya untuk zona hijau dan kuning. Belakangan, pemerintah memberikan “izin nekat” sekolah boleh buka tanpa harus melihat zona wilayah Covid-19. Sontak, keputusan ini menuai protes dari sejumlah pihak karena bisa mengancam kesehatan dan keselamatan guru, siswa, orang tua, dan staf sekolah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!