Jangan Salah Pilih Jurusan, Lulus SNMPTN Tak Bisa Lagi Daftar Jalur Lainnya

Kamis, 28 Januari 2021 - 23:15 WIB
Kerena kebijakan inilah, siswa dihimbau untuk berhati-hati dalam memilih jurusan kuliah dan universitas. Jika akan memilih dua program studi (prodi) di dua PTN yang berbeda, salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA/SMK/MA asal. Jika hanya memilih satu program studi, bisa memilih PTN di seluruh Indonesia. Baca juga: UGM akan Terima 9 Ribu Mahasiswa Baru, Cek Syarat Pendaftaran

Beberapa sekolah kedinasan di bawah kementerian seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sudah berkomunikasi dengan LTMPT. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana LTMPT, Prof. Budi Prasetyo Widyobroto, pada peluncuran SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2021.

Namun, hanya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dari Kemenkeu yang sudah sampai ke Memorandum of Understanding (MoU). STAN mensyaratkan peserta yang mendaftar harus mengikuti UTBK kelompok ujian Soshum. "Karena STAN akan mengambil nilai-nilai yang ada di UTBK. Tetapi kalau berapa bobot dan apa saja yang diambil hanya teman-teman STAN yang tahu," terang Prof. Budi.

Karena menggunakan nilai UTBK, secara otomatis siswa yang lulus SNMPTN tidak bisa mendaftar sekolah kedinasan seperti STAN. "Karena kedinasan sudah meminta data dari LTMPT, dan di dalam sistem juga tidak memungkinkan mereka (peserta SNMPTN) yang sudah diterima mengikuti tes lagi, tentu berakibat tidak ada nilai UTBK yang bisa dikirimkan untuk yang bersangkutan ke sekolah kedinasan," kata Prof. Nasih.

Prof. Nasih menyarankan, agar siswa yang ingin mendaftar sekolah kedinasan atau ke luar negeri tidak mengikuti SNMPTN. SNMPTN diikuti oleh peserta yang benar-benar ingin mendaftar sesuai jurusan yang diinginkan.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!