Perhimpunan Guru Nilai Sekolah Penggerak Tak akan Berjalan Maksimal

Jum'at, 05 Februari 2021 - 16:23 WIB
P2G juga mempersoalkan target jumlah sekolah dari program sekolah penggerak ini. Yakni 2.500 sekolah tahun 2021, lalu 10 ribu sampai 40 ribu di tahun keempat. Menurutnya, apakah jumlah ini representatif mengingat sekolah di Indonesia hampir 400 ribu sekolah mulai PAUD-SMA/SMK.

Oleh karena itu, katanya, menjadi pertanyaan para guru dan kepala sekolah juga, apa landasan penentuan sekolah penggerak yakni apakah inisiatif sendiri atau dipilih. Jika inisiatif sendiri, lanjutnya, bagaimana jika angka 2.500 itu nantinya mayoritas diisi oleh sekolah yang selama ini sudah sangat baik dan baik, akreditasi A, akses digitalnya bagus dan berprestasi.

Baca juga: SKB 3 Menteri soal Seragam dan Atribut Sekolah, Ini Harapan Menag


"Bagaimana peluang sekolah-sekolah pinggiran, prestasi minim, apalagi statusnya swasta, akreditasi C bahkan belum terakreditasi? Bagaimana Sekolah Penggerak dapat memberikan intervensi kepada dua potret kualitas sekolah yang sangat kontras di atas?," pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!