Menginspirasi, 18 Wanita Raih Beasiswa Girls In Tech Indonesia
Senin, 08 Februari 2021 - 22:11 WIB
18. Angela Mulia
Co-Managing Director Girls In Tech Indonesia Nafinia Putra menyampaikan selamat kepada yang terpilih. Menurutnya, awal 2021 merupakan momen tepat untuk membuka kesempatan bagi wanita Indonesia untuk menimba ilmu dan pengalaman di 3 kelas berbeda. Yaitu pengenalan Python, Front-End Web Development, dan pengenalan pemrograman.
Dia menjelaskan, beasiswa ini merupakan program yang pertama kalinya diadakan bersama dengan Education New Zealand dan Hacktiv8. Dia pun berharap, di era yang baru ini akan semakin banyak wanita yang berpartisipasi, memiliki lebih banyak kesempatan dan menjadi ahli di bidang teknologi dan memberi dampak bagi kemajuan Indonesia.
Education New Zealand (ENZ) adalah Lembaga pemerintah yang bertujuan untuk mempromosikan New Zealand sebagai tujuan studi. Lembaga ini juga mendukung pengiriman jasa dan produk Pendidikan New Zealand ke seluruh dunia, bekerja dengan berbagai industri, organisasi, dan perusahaan Pendidikan yang mencakup 6 (enam) sector.
Seperti: sekolah, Lembaga Pelatihan Swasta (PTEs), Institut Teknologi dan Politeknik (ITP), Universitas, dan layanan Pendidikan lainnya.
Direktur Regional Education New Zealand untuk Asia Ben Burrowes menyatakan, dia percaya program beasiswa ini sangat berarti karena melalui prakarsa kemitraan dengan Girls In Tech Indonesia. Pihaknya pun telah melihat secara langsung potensi besar wanita Indonesia di sektor ini.
"Antusiasme dan minat terhadap teknologi juga ditunjukan oleh banyaknya pendaftaran yang masuk ke dalam program beasiswa. Tentunya, kami berharap dapat melanjutkan kemitraan jangka panjang untuk mendukung kemajuan teknologi di Indonesia," katanya.
Bermitra dengan Education New Zealand, Hacktiv8 menyelenggarakan program pembelajaran pemula bagi mereka yang ingin menjadi Full Stack Developer. Hacktiv8 mengembangkan program yang diperbarui secara signifikan dengan perkembangan industri saat ini.
Mereka bermitra dengan lebih dari 250 perusahaan yang siap merekrut lulusan Hacktiv8 setiap bulan. Program-program tersebut mempersiapkan setiap siswanya agar memiliki ‘Growth Mindset’ yang akan berguna untuk perkembangan karir di masa depan. Semua siswa dilatih oleh instruktur yang sangat berpengalaman di bidangnya.
Presiden Hacktiv8 Indonesia Juventia Vicky menuturkan, sebagai mitra beasiswa ini, pihaknya melihat banyak potensi untuk berperan dalam memajukan dunia teknologi di Indonesia.
"Dengan memberikan para perempuan akses untuk belajar, kami berharap para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk bekerja dan berkontribusi dimanapun mereka berada,” pungkasnya.
Co-Managing Director Girls In Tech Indonesia Nafinia Putra menyampaikan selamat kepada yang terpilih. Menurutnya, awal 2021 merupakan momen tepat untuk membuka kesempatan bagi wanita Indonesia untuk menimba ilmu dan pengalaman di 3 kelas berbeda. Yaitu pengenalan Python, Front-End Web Development, dan pengenalan pemrograman.
Dia menjelaskan, beasiswa ini merupakan program yang pertama kalinya diadakan bersama dengan Education New Zealand dan Hacktiv8. Dia pun berharap, di era yang baru ini akan semakin banyak wanita yang berpartisipasi, memiliki lebih banyak kesempatan dan menjadi ahli di bidang teknologi dan memberi dampak bagi kemajuan Indonesia.
Education New Zealand (ENZ) adalah Lembaga pemerintah yang bertujuan untuk mempromosikan New Zealand sebagai tujuan studi. Lembaga ini juga mendukung pengiriman jasa dan produk Pendidikan New Zealand ke seluruh dunia, bekerja dengan berbagai industri, organisasi, dan perusahaan Pendidikan yang mencakup 6 (enam) sector.
Seperti: sekolah, Lembaga Pelatihan Swasta (PTEs), Institut Teknologi dan Politeknik (ITP), Universitas, dan layanan Pendidikan lainnya.
Direktur Regional Education New Zealand untuk Asia Ben Burrowes menyatakan, dia percaya program beasiswa ini sangat berarti karena melalui prakarsa kemitraan dengan Girls In Tech Indonesia. Pihaknya pun telah melihat secara langsung potensi besar wanita Indonesia di sektor ini.
"Antusiasme dan minat terhadap teknologi juga ditunjukan oleh banyaknya pendaftaran yang masuk ke dalam program beasiswa. Tentunya, kami berharap dapat melanjutkan kemitraan jangka panjang untuk mendukung kemajuan teknologi di Indonesia," katanya.
Bermitra dengan Education New Zealand, Hacktiv8 menyelenggarakan program pembelajaran pemula bagi mereka yang ingin menjadi Full Stack Developer. Hacktiv8 mengembangkan program yang diperbarui secara signifikan dengan perkembangan industri saat ini.
Mereka bermitra dengan lebih dari 250 perusahaan yang siap merekrut lulusan Hacktiv8 setiap bulan. Program-program tersebut mempersiapkan setiap siswanya agar memiliki ‘Growth Mindset’ yang akan berguna untuk perkembangan karir di masa depan. Semua siswa dilatih oleh instruktur yang sangat berpengalaman di bidangnya.
Presiden Hacktiv8 Indonesia Juventia Vicky menuturkan, sebagai mitra beasiswa ini, pihaknya melihat banyak potensi untuk berperan dalam memajukan dunia teknologi di Indonesia.
"Dengan memberikan para perempuan akses untuk belajar, kami berharap para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk bekerja dan berkontribusi dimanapun mereka berada,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :