Blended Learning, Inovasi Metode Pembelajaran Kreatif di Tengah Pandemi

Rabu, 10 Februari 2021 - 10:17 WIB
Baca juga: Ini Kuota KIP Kuliah 2021 yang Disediakan Kemendikbud untuk Mahasiswa

Maka dalam penerapan blended learning, kata Laksmi, SMM mengedepankan proses pembelajaran yang menghadirkan solusi bagi murid dengan menerapkan metodologi yang menyenangkan, bukan menakutkan serta membosankan. "Selain itu, metodologi yang diterapkan juga mesti bermakna dan berkaitan dengan konteks/aplikasi di kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Metodologi yang menyenangkan dan bermakna tersebut merupakan bagian dari penerapan kurikulum SMM yang berbasis kompetensi dengan enam program kategori pembelajaran, yakni sains, sosial, numerasi, literasi, dan seni untuk mengembangkan potensi para murid.

Laksmi menjelaskan, keenam program kategori tersebut direalisasikan dengan metodologi menyenangkan supaya anak dapat belajar memahami konsep dengan cara mencari tahu sendiri melalui praktikum menggunakan tool kit yang dikirimkan ke rumah murid.

Baca juga: Bantu Pembelajaran Siswa, Mendikbud Luncurkan Kampus Mengajar 2021

Sehingga, tantangan belajar yang selama ini anak-anak hadapi seperti hanya mengandalkan soal latihan dan buku, jarangnya interaksi langsung antara guru serta murid, dan tidak berkaitan dengan kehidupan sehari-hari berubah menjadi hal-hal yang positif bagi mereka.

"Murid jadi termotivasi dan mandiri dalam menyelesaikan tugasnya, tumbuh rasa percaya diri dengan hasil karyanya, dan mereka pun inovatif dan komunikatif kala mengekspresikan idenya," kata Laksmi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!