DPR Ingatkan Vaksinasi Covid-19 bagi Guru Honorer
Jum'at, 26 Februari 2021 - 13:54 WIB
DPR mengingatkan pemerintah untuk memastikan agar guru honorer juga mendapatkan vaksin Covid-19. Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Komisi X DPR mengingatkan pemerintah untuk memastikan agar guru honorer juga mendapatkan vaksin Covid-19.
Seperti diketahui, sebanyak 5 juta tenaga pendidik, baik guru maupun dosen mendapatkan prioritas vaksinasi pada tahap kedua. Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun berencana akan memulai belajar tatap muka pada Juli 2021 mendatang.
"Jangan sampai terjadi pembedaan status. Karena, semua sama-sama langsung bertatap muka dengan masyarakat. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) harus akurat, jangan sampai ada yang tidak mendapatkan karena permasalahan administrasi," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).Baca juga: UMM Kampus Islam Terbaik Dunia, Kalahkan Universitas Kairo
Dia mengharapkan seiring vaksinasi maka belajar tatap muka bisa kembali berjalan secara normal. Karena, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung selama setahun ini akibat pandemi Covid-19 menimbulkan banyaknya kesenjangan.Baca juga: Pendaftaran SNMPTN Ditutup, 568.330 Siswa Siap Bersaing Perebutkan Kursi PTN
Seperti diketahui, sebanyak 5 juta tenaga pendidik, baik guru maupun dosen mendapatkan prioritas vaksinasi pada tahap kedua. Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun berencana akan memulai belajar tatap muka pada Juli 2021 mendatang.
"Jangan sampai terjadi pembedaan status. Karena, semua sama-sama langsung bertatap muka dengan masyarakat. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) harus akurat, jangan sampai ada yang tidak mendapatkan karena permasalahan administrasi," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).Baca juga: UMM Kampus Islam Terbaik Dunia, Kalahkan Universitas Kairo
Dia mengharapkan seiring vaksinasi maka belajar tatap muka bisa kembali berjalan secara normal. Karena, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung selama setahun ini akibat pandemi Covid-19 menimbulkan banyaknya kesenjangan.Baca juga: Pendaftaran SNMPTN Ditutup, 568.330 Siswa Siap Bersaing Perebutkan Kursi PTN
Lihat Juga :