Kurangi Limbah Medis, Mahasiswa ITS Gagas Sarung Tangan Ramah Lingkungan

Senin, 15 Maret 2021 - 15:12 WIB
Fahmi memaparkan, lateks yang kerap dipakai memiliki komposisi zat yang sulit terurai, seperti karet. Tidak hanya itu, lateks juga dapat menyebabkan alergi kulit karena tingginya kandungan protein yang ada di dalamnya. Zat kimia yang menyusunnya pun bersifat toksik. “Pembuatannya juga menggunakan amonia, sehingga limbahnya dapat merusak lingkungan,” tambahnya.

Berdasarkan hal tersebut, Fahmi beserta anggota tim menggagas inovasi terkait penggunaan lateks yang ramah lingkungan. Lateks tersebut memiliki sifat mekanik yang sama, tetapi zat penyusunnya tidak menyebabkan alergi bagi kulit. “Sehingga memberikan kenyamanan bagi pengguna,” ungkapnya.

Baca juga: Pertahankan Ranking Dunia, FKUI Masih yang Terbaik di Indonesia

Mahasiswa Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS ini menyampaikan, bahan alami yang digunakan berasal dari pati sagu, limbah kulit udang, dan daun jambu biji. Alasan menggunakan bahan tersebut karena stok melimpah dan pemanfaatannya masih terbatas.

Fahmi menerangkan, pati sagu digunakan karena zat tersebut memiliki sifat yang mudah terurai. Sagu juga memiliki kadar pati paling tinggi dibandingkan sumber karbohidrat lain. Lalu, daun jambu biji mengandung tanin yang dapat mengikat protein penyebab alergi. “Adapun limbah kulit udang digunakan karena memiliki zat kitosan yang bersifat antibakteri,” lanjutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!