Ibu-ibu, Ini Loh Cara Memilih Telur Berkualitas dari Pakar IPB University
Selasa, 13 April 2021 - 03:25 WIB
Berbicara tentang strukturnya, telur dinilai mudah rusak karena kadar protein yang tinggi, pH yang normal, dan kandungan air yang cukup tinggi sehingga digemari oleh bakteri patogen. Di samping itu, telur memiliki potensi bahaya, seperti membawa penyakit yang diturunkan dari ayam yang sakit. Sehingga bila tidak diolah hingga matang akan mengakibatkan masalah pada kesehatan. Belum lagi terdapat bahaya kimia akibat pengobatan unggas dengan pemberian antiobiotik sehingga di dalamnya terdapat residu antibiotik yang dapat menimbulkan reaksi alergi.
Sementara itu, struktur telur yang kompleks terdiri dari kulit telur, kuning telur, dan putih telur. Kulit telur dan putih telur dapat bertindak sebagai pelindung fisik dan kimia. Membran serta lapisan kutikula pada kulit telur dapat menghambat proses kerusakan telur.
Baca juga: Kenalkan Keragaman Budaya, Mendikbud Sebar Mahasiswa ke Seluruh Pelosok Nusantara
“Telur ini memiliki perlindungan fisik dan perlindungan kimia. Secara umum, yang perlu kita ketahui tentang telur yakni pelindung yang paling kuat dan utama dalam ketahanan telur adalah kutikula. Kemudian selaput-selaput. Saat kita merebus telur, setelah dibuka ada selaput yang menempel pada kulit telur atau outer cell membrane dan selaput yang menempel pada putih telur atau inner cell membrane. Bila kita pertemukan kedua selaput ini menandakan bahwa telur tersebut masih baru, beda kalau sudah tidak fresh lagi, akan sulit dikelupas,” jelasnya.
Putih telur juga dapat bertindak sebagai pertahanan fisik karena viskositas yang tinggi. Pada telur yang berasal dari unggas yang sakit, keadaan putih telur yang kental tidak akan pernah ditemukan walaupun telur masih fresh. Sehingga definisi telur yang berkualitas adalah telur yang berasal dari unggas yang sehat.
Sementara itu, struktur telur yang kompleks terdiri dari kulit telur, kuning telur, dan putih telur. Kulit telur dan putih telur dapat bertindak sebagai pelindung fisik dan kimia. Membran serta lapisan kutikula pada kulit telur dapat menghambat proses kerusakan telur.
Baca juga: Kenalkan Keragaman Budaya, Mendikbud Sebar Mahasiswa ke Seluruh Pelosok Nusantara
“Telur ini memiliki perlindungan fisik dan perlindungan kimia. Secara umum, yang perlu kita ketahui tentang telur yakni pelindung yang paling kuat dan utama dalam ketahanan telur adalah kutikula. Kemudian selaput-selaput. Saat kita merebus telur, setelah dibuka ada selaput yang menempel pada kulit telur atau outer cell membrane dan selaput yang menempel pada putih telur atau inner cell membrane. Bila kita pertemukan kedua selaput ini menandakan bahwa telur tersebut masih baru, beda kalau sudah tidak fresh lagi, akan sulit dikelupas,” jelasnya.
Putih telur juga dapat bertindak sebagai pertahanan fisik karena viskositas yang tinggi. Pada telur yang berasal dari unggas yang sakit, keadaan putih telur yang kental tidak akan pernah ditemukan walaupun telur masih fresh. Sehingga definisi telur yang berkualitas adalah telur yang berasal dari unggas yang sehat.
Lihat Juga :