Program Hilirisasi Pemerintah Dapat Dukungan Rektor UIN Berbagai Daerah
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:01 WIB
Dalam kesempatan itu, Menko Luhut menjelaskan terkait fokus area investasi seperti hilirisasi mineral, pengembangan baterai lithium, transportasi, energi baru terbarukan, dan penurunan emisi karbon.
Ia menegaskan, Indonesia memiliki aturan untuk negara-negara yang mau berinvestasi di Indonesia, seperti ramah lingkungan, mendidik tenaga kerja lokal (transfer knowledge), transfer teknologi, dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia dalam mengolah sumber daya mineral.
Salah satunya adalah Politeknik Morowali yang menerima 600 orang setiap tahunnya dan diajar oleh para dosen yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Menko Luhut mengungkapkan bahwa para mahasiswa ini akan praktek langsung di pabrik dan belajar ke Tiongkok untuk transfer knowledge.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis menambahkan, informasi yang disampaikan Luhut terkait kebijakan hilirisasi sangat mencerahkan karena selama ini banyak informasi beredar dianggap menyesatkan.
"Saya betul-betul menikmati proyeksi Indonesia ke depan yang disampaikan oleh Pak Menko. Ini yang tidak sampai di kita. Saya berpikir apakah sebaiknya informasi seperti ini bisa disampaikan melalui simpul-simpul, terutama penguatan simpul-simpul keagamaan," tambahnya.
Ia menegaskan, Indonesia memiliki aturan untuk negara-negara yang mau berinvestasi di Indonesia, seperti ramah lingkungan, mendidik tenaga kerja lokal (transfer knowledge), transfer teknologi, dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia dalam mengolah sumber daya mineral.
Salah satunya adalah Politeknik Morowali yang menerima 600 orang setiap tahunnya dan diajar oleh para dosen yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Menko Luhut mengungkapkan bahwa para mahasiswa ini akan praktek langsung di pabrik dan belajar ke Tiongkok untuk transfer knowledge.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis menambahkan, informasi yang disampaikan Luhut terkait kebijakan hilirisasi sangat mencerahkan karena selama ini banyak informasi beredar dianggap menyesatkan.
"Saya betul-betul menikmati proyeksi Indonesia ke depan yang disampaikan oleh Pak Menko. Ini yang tidak sampai di kita. Saya berpikir apakah sebaiknya informasi seperti ini bisa disampaikan melalui simpul-simpul, terutama penguatan simpul-simpul keagamaan," tambahnya.
Lihat Juga :