Belajar Online Tetap Jadi Alternatif Pendidikan Masa Depan

Minggu, 06 Juni 2021 - 16:15 WIB
Menurut Laksmi, belajar online bisa sangat engaging, menyenangkan, dan bermakna. Kuncinya ada pada kreativitas yang dibangun tenaga pengajar. Semua pengajar SMM pun, kata Laksmi, dituntut selalu mengembangkan kreativitas, agar peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka, baik dengan guru maupun teman-temannya.

"SMM menawarkan fleksibilitas. Kami percaya setiap anak punya kebutuhan yang berbeda dan punya konteks belajar yang berbeda juga. Sebagai pendidik, kami punya kewajiban merespons kebutuhan belajar anak, termasuk merespon konteks belajar yang ada di sekitar anak," jelasnya.

Baca juga: Antusias, 151.137 Pelajar Berprestasi Ikuti Kompetisi Sains Nasional SMA/MA

Dia mengatakan, keberadaan sekolah berkualitas relatif masih terbatas dan biasanya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Seringkali orang tua siswa merasakan bahwa sekolah yang mereka harapkan jauh dari tempat tinggalnya. Seandainya bisa diakses, sekolah itu kurang fleksibel dan belum sampai tingkat mengukur kebutuhan anak atau berpihak pada anak.

"SMM didirikan untuk mengubah miskonsepsi bahwa kita memang bisa belajar dari mana saja karena pendidikan yang berkualitas harus merata dan bisa diakses semua anak di Indonesia. Berkat bantuan teknologi informasi, murid-murid SMM tersebar dari Aceh hingga Papua," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!