Menjerit, Komisi X DPR: Stop Tebar Harapan Palsu Pengangkatan Guru Honorer
Jum'at, 25 Juni 2021 - 16:33 WIB
Guru Honorer memperjuangkan nasibnya ke pemerintah agar diangkat jadi ASN. Foto/Dok/SINDOnews
BANDUNG - Anggota Komisi X DPR RI , Ledia Hanifa Amaliah mengkritisi persoalan pengangkatan guru dan tenaga kependidikan (GTK) honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang tak kunjung tuntas.
Bahkan, Ledia menilai, pemerintah terkesan terus menebar harapan palsu dan saling lempar tanggung jawab yang mengakibatkan persoalan ini terus berlarut-larut. Padahal, banyak guru honorer yang menjerit berharap pemerintah segera melakukan pengangkatan.
Baca juga: Komisi X DPR Minta Tinjau Ulang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
"Kami melihat ada persoalan internal yang masih belum tuntas dibenahi di dalam internal pemerintah yang menjadikan persoalan pengangkatan GTK ini seperti terlempar di sana-sini. Dari satu kementerian lalu kementerian lain bilang begini begitu, sementara pemda sendiri berkata lain dan tidak selesai-selesai jadinya, seperti saling melemparkan tanggung jawab," tutur Ledia geram di Bandung, Jumat (25/6/2021).
Menurut Ledia, pengangkatan guru honorer menjadi ASN ini berliku-liku. Sudah lebih dari 10 tahun jeritan para guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai belasan hingga puluhan tahun masih nyaring terdengar.
Bahkan, Ledia menilai, pemerintah terkesan terus menebar harapan palsu dan saling lempar tanggung jawab yang mengakibatkan persoalan ini terus berlarut-larut. Padahal, banyak guru honorer yang menjerit berharap pemerintah segera melakukan pengangkatan.
Baca juga: Komisi X DPR Minta Tinjau Ulang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
"Kami melihat ada persoalan internal yang masih belum tuntas dibenahi di dalam internal pemerintah yang menjadikan persoalan pengangkatan GTK ini seperti terlempar di sana-sini. Dari satu kementerian lalu kementerian lain bilang begini begitu, sementara pemda sendiri berkata lain dan tidak selesai-selesai jadinya, seperti saling melemparkan tanggung jawab," tutur Ledia geram di Bandung, Jumat (25/6/2021).
Menurut Ledia, pengangkatan guru honorer menjadi ASN ini berliku-liku. Sudah lebih dari 10 tahun jeritan para guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai belasan hingga puluhan tahun masih nyaring terdengar.
Lihat Juga :