Warganet Dinilai Kurang Santun, UP Edukasi Literasi Digital ke Sejumlah Sekolah

Kamis, 08 Juli 2021 - 13:51 WIB
Kampanye Literasi Media Digital oleh Universitas Pertamina di sejumlah sekolah di Jakarta. Foto/Dok/UP
JAKARTA - Sejak dulu, masyarakat Indonesia dikenal ramah dan santun. Namun tak begitu di dunia maya . Survei Digital Civility Index (DCI) yang dilakukan Microsoft pada tahun lalu, menempatkan warganet Indonesia sebagai negara dengan kesopanan digital terburuk di Asia Tenggara.

Hoaks dan penipuan menjadi dua faktor tertinggi yang mempengaruhi rendahnya ranking Indonesia, dengan persentase 47 persen. Sementara itu, riset dari Crimson Hexagon menunjukkan setidaknya ada 70 ribu unggahan kemarahan dan ujaran kebencian dituliskan oleh warganet Indonesia di berbagai media sosial setiap harinya.



Baca juga: Tips Sukses Seleksi Beasiswa Mancanegara Ala Alumni Universitas Pertamina

Hal ini ditengarai karena lemahnya literasi digital masyarakat Indonesia. Survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membeberkan bahwa 11,2 persen warganet Indonesia yang disurvei menyatakan pernah menyebarkan hoax. Sementara itu 68,4 persen responden mengaku pernah menyebarkan informasi tanpa memverifikasi kebenarannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!