Rahma, Mahasiswa Unej Mengaku Kesulitan Menuntaskan Skripsi Akibat Pandemi
Jum'at, 09 Juli 2021 - 23:27 WIB
"Sejak pandemi, mahasiswa tidak bisa melakukan penelitian setiap hari di Laboratorium. Setiap hari maksimal hanya 17 mahasiswa. Padahal yang ingin melakukan penelitian banyak, sehingga setiap mahasiswa hanya bisa melakukan penelitian setiap dua atau 3 minggu sekali," ungkap Rahma.
Pembatasan penggunaan ruangan laboratorium ini pun berdampak pada mundurnya waktu penyelesaian penelitian para mahasiswa. Setiap mahasiswa, kata dia, biasanya membutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan untuk menyelesaikan penelitian.
Baca juga: Kebutuhan Oksigen Medis Meningkat, UGM Kembangkan Alat Bantu Produksi Oksigen
"Kalau di luar pandemi mungkin penelitian saya dan teman-teman satu tim sudah selesai paling lambat bulan Februari lalu. Ya mau bagaimana lagi kami harus bersabar karena ini dalam masa pandemi," lanjut Rahma.
Selain pembatasan, Rahma dan keluarganya mengaku khawatir terpapar covid-19 selama melaksanakan penelitian di tengah pandemi. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan, sebab mahasiswa asal Banyuwangi itu mengandalkan transportasi umum untuk pergi ke kampus.
Pembatasan penggunaan ruangan laboratorium ini pun berdampak pada mundurnya waktu penyelesaian penelitian para mahasiswa. Setiap mahasiswa, kata dia, biasanya membutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan untuk menyelesaikan penelitian.
Baca juga: Kebutuhan Oksigen Medis Meningkat, UGM Kembangkan Alat Bantu Produksi Oksigen
"Kalau di luar pandemi mungkin penelitian saya dan teman-teman satu tim sudah selesai paling lambat bulan Februari lalu. Ya mau bagaimana lagi kami harus bersabar karena ini dalam masa pandemi," lanjut Rahma.
Selain pembatasan, Rahma dan keluarganya mengaku khawatir terpapar covid-19 selama melaksanakan penelitian di tengah pandemi. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan, sebab mahasiswa asal Banyuwangi itu mengandalkan transportasi umum untuk pergi ke kampus.
Lihat Juga :