AHY: Orang Tua Khawatir Anak-anak Sekolah di Tengah Pandemi Corona
Jum'at, 29 Mei 2020 - 19:31 WIB
(Baca juga: Vaksin Corona Belum Ada, Masyarakat Diminta Jaga Kesehatan dan Tetap Produktif)
Kekhawatiran itu wajar karena penyebaran virus Sars Cov-II belum ada tanda akan mereda. AHY mengutip data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang menyebutkan sebanyak 5,5 persen pasien positif adalah anak-anak.
"Ini belum termasuk pasien (anak) dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan yang menurut WHO harunsya diumumkan. Padahal, transparansi data adalah acuan utama untuk memahami situasi ini," terangnya.
Pemerintah, menurutnya, perlu memberikan informasi yang lengkap dan transparan terkait penyebaran virus Sars Cov-II saat ini. Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu juga mendesak pemerintah menjelaskan langkah-langkah konkret pencegahan risiko penyebaran virus yang lebih besar dalam menghadapi kenormalan baru, khususnya, pada anak-anak.
Beberapa organisasi profesi tenaga pendidik, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), pun meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk tidak tergesa-gesa membuka sekolah di tengah pandemi Covid-19.
Kekhawatiran itu wajar karena penyebaran virus Sars Cov-II belum ada tanda akan mereda. AHY mengutip data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang menyebutkan sebanyak 5,5 persen pasien positif adalah anak-anak.
"Ini belum termasuk pasien (anak) dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan yang menurut WHO harunsya diumumkan. Padahal, transparansi data adalah acuan utama untuk memahami situasi ini," terangnya.
Pemerintah, menurutnya, perlu memberikan informasi yang lengkap dan transparan terkait penyebaran virus Sars Cov-II saat ini. Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu juga mendesak pemerintah menjelaskan langkah-langkah konkret pencegahan risiko penyebaran virus yang lebih besar dalam menghadapi kenormalan baru, khususnya, pada anak-anak.
Beberapa organisasi profesi tenaga pendidik, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), pun meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk tidak tergesa-gesa membuka sekolah di tengah pandemi Covid-19.
Lihat Juga :