Lepas 88 Wisudawan, Ini Wejangan Rektor Universitas Jember
Sabtu, 11 September 2021 - 16:29 WIB
Selanjutnya, Iwan Taruna berpesan kepada wisudawan agar selalu ingat bahwasanya wisuda bukan berarti terminal akhir untuk belajar. Apalagi merujuk pada salah satu tujuan perguruan tinggi adalah mencetak pembelajar seumur hidup. “Anda bakal menghadapi tantangan luar biasa di kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, untuk itu tetap lah belajar agar mampu adaptif terhadap setiap perubahan jaman. Lulusan Universitas Jember harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi sehingga mampu memanfaatkannya seperti dengan mencoba berwirausaha atau membuka usaha rintisan. Pesan saya, lulusan Universitas Jember jangan takut berkompetisi,” ujarnya lagi.
Rasa bangga telah berhasil melewati tahapan kuliah juga ditunjukkan oleh wisudawan terbaik dari Fakultas Farmasi, El Medina Aulia Putri, S. Farm., yang meraih IPK 3,83. Putri pasangan Budi Utomo dan Ina Rosita ini bersyukur kerja kerasnya menuai buah yang manis. Namun siapa sangka dibalik pretasinya El Madina berjuang keras demi lulus tepat waktu. Kondisi ekonomi orang tua yang serba pas-pasan membuatnya enggan untuk berlama-lama duduk di bangku kuliah. Belum lagi setelah dia lulus dan menyandang gelar Sarjana Farmasi, Medina masih harus menempuh pendidikan Profesi Apoteker selama 2 semester lagi.
Baca juga: 17 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia, Cek Daftarnya
“Saya bukan penerima beasiswa Bidikmisi, keluarga saya pun sebenarnya cukup berat membiayai kuliah saya. Oleh karena itu saya bertekad lulus tepat waktu demi meringankan beban orang tua. Alhamdulillaah terwujud atas izin Allah,” ujar gadis asal Kota Probolinggo ini. Sulung dari 3 bersaudara ini bercerita, untuk membantu biaya kuliahnya, Medina berupaya untuk mendapatkan beasiswa lain yang banyak tersedia. Dengan modal IPK yang bagus tidak sulit baginya untuk mendapatkan beasiswa.
Rasa bangga telah berhasil melewati tahapan kuliah juga ditunjukkan oleh wisudawan terbaik dari Fakultas Farmasi, El Medina Aulia Putri, S. Farm., yang meraih IPK 3,83. Putri pasangan Budi Utomo dan Ina Rosita ini bersyukur kerja kerasnya menuai buah yang manis. Namun siapa sangka dibalik pretasinya El Madina berjuang keras demi lulus tepat waktu. Kondisi ekonomi orang tua yang serba pas-pasan membuatnya enggan untuk berlama-lama duduk di bangku kuliah. Belum lagi setelah dia lulus dan menyandang gelar Sarjana Farmasi, Medina masih harus menempuh pendidikan Profesi Apoteker selama 2 semester lagi.
Baca juga: 17 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia, Cek Daftarnya
“Saya bukan penerima beasiswa Bidikmisi, keluarga saya pun sebenarnya cukup berat membiayai kuliah saya. Oleh karena itu saya bertekad lulus tepat waktu demi meringankan beban orang tua. Alhamdulillaah terwujud atas izin Allah,” ujar gadis asal Kota Probolinggo ini. Sulung dari 3 bersaudara ini bercerita, untuk membantu biaya kuliahnya, Medina berupaya untuk mendapatkan beasiswa lain yang banyak tersedia. Dengan modal IPK yang bagus tidak sulit baginya untuk mendapatkan beasiswa.
Lihat Juga :