Sampoerna Academy Hadirkan Literacy Club Kenalkan Budaya Literasi pada Anak
Minggu, 19 September 2021 - 05:18 WIB
Literasi dan STEAM berkontribusi besar bagi kompetensi lima hal. Yaitu karakter, kreativitas, komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi. Kelima hal ini berperan sangat penting bagi masa depan anak dan perlu dikembangkan sejak dini.
Baca juga: Ilmuwan Perempuan Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia
Sesi membaca nyaring atau Read Aloud dapat menjadi alternatif untuk anak belajar membaca dengan memperkenalkan kosakata baru sambil mengajarkan nilai atau moral dari cerita, serta sekaligus menjadi momen bonding mempererat hubungan orang tua dengan anak,” jelasnya.
Hal senada juga diutarakan Brenda Ayu Pangemanan, Founder Hello Library and Professional Story Teller yang mengisi sesi Read Aloud di event ini.
Menurutnya, Sampoerna Academy Literacy Club merupakan salah satu bukti dukungan luar biasa bagi peningkatan literasi bangsa. Upaya yang dilakukan Sampoerna Academy dalam mendukung siswanya menulis karya literasi pun harus apresiasi.
Sebab, lanjutnya, menulis buku sendiri merupakan sebuah proses yang sangat menantang. Apalagi buku ini ditulis oleh tiga siswa dari jenjang kelas berbeda di tiga kampus berbeda, serta dikerjakan hanya secara online.
Baca juga: Ilmuwan Perempuan Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia
Sesi membaca nyaring atau Read Aloud dapat menjadi alternatif untuk anak belajar membaca dengan memperkenalkan kosakata baru sambil mengajarkan nilai atau moral dari cerita, serta sekaligus menjadi momen bonding mempererat hubungan orang tua dengan anak,” jelasnya.
Hal senada juga diutarakan Brenda Ayu Pangemanan, Founder Hello Library and Professional Story Teller yang mengisi sesi Read Aloud di event ini.
Menurutnya, Sampoerna Academy Literacy Club merupakan salah satu bukti dukungan luar biasa bagi peningkatan literasi bangsa. Upaya yang dilakukan Sampoerna Academy dalam mendukung siswanya menulis karya literasi pun harus apresiasi.
Sebab, lanjutnya, menulis buku sendiri merupakan sebuah proses yang sangat menantang. Apalagi buku ini ditulis oleh tiga siswa dari jenjang kelas berbeda di tiga kampus berbeda, serta dikerjakan hanya secara online.
Lihat Juga :