Puan Ajak Generasi Muda Penerus Bangsa Tak Melupakan Sejarah

Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:05 WIB
Sejarah Indonesia juga memelihara keragaman serta kedamaian Indonesia. “Dari sejarah, kita belajar bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh dari perjuangan seluruh masyarakat negeri ini dari semua suku, adat, agama, dan kepercayaan. Maka, menjaga perdamaian dalam keberagaman merupakan hal yang harus kita kedepankan. Karena ya itulah Indonesia,” ujar Alumnus UI itu.

Baca juga: Biografi Ki Hajar Dewantara: Diasingkan ke Belanda, Tanggal Lahirnya Diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional

“Kita terus berpegang teguh pada sejarah sebagai pembelajaran dan untuk memetakan perkembangan bangsa. Mari terus gaungkan semangat jas merah dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Puan.

Senada juga diungkapkan Direktur Pusat Studi Pemikiran Pancasila (PSPP) Syaiful Arif. Dia menilai sumbangan terbesar Bungkarno terhadap bangsa Indonesia adalah kemerdekaan dari penjajahan Jepang. Soekarno-Hatta merupakan 2 tokoh yang mampu melakukan lobi-lobi politik terhadap pemerintah kolonial Jepang sehingga bangsa Indonesia bisa merdeka.

Sumbangan kedua yang paling berharga dari Soekarno adalah melahirkan Pancasila pada 1 Juni 1945. Menurut Arif, di dalam Pancasila ada 2 nilai yang paling penting, yakni kebangsaan dan ketuhanan. “Jadi ini adalah 2 nilai utama pancasila yang diusulkan Bungkarno pada 1 Juni 1945,” kata Syaiful Arif di Jakarta.

Menurutnya, kenapa kebangsaan? Karena Indonesia adalah bangsa yang majemuk makanya harus bersatu. Hanya dengan bersatu, bangsa Indonesia bisa mendirikan Negara yang kuat. Sebaliknya, tanpa persatuan maka Indonesia tidak akan bisa mendirikan Negara, tapi yang ada justru perpecahan. Misalkan kelompok Islam mendirikan Negara sendiri dan kelompok kebangsaan juga mendirikan negaranya sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!