Ungguli DKI dan Jabar, Jateng Jawara di Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa
Minggu, 17 Oktober 2021 - 01:46 WIB
Saat diumumkan, Provinsi Jawa Tengah merebut dua medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu, di kelompok SMA/MA. Sedangkan di kelompok SMK, provinsi ini meraih dua medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Selain Jawa Tengah, provinsi dengan perolehan medali terbanyak adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta yang sama-sama merebut masing-masing enam medali.
Peraih medali perak untuk kategori pariwisata, industri seni, dan kreatif, asal Provinsi Jawa Tengah, Rival Ardiansyah, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 menantang dirinya untuk menyelami bakat yang dimiliki. Siswa SMKN 1 Sukoharjo, Wonosobo, Jawa Tengah, ini mengikuti FIKSI dengan kemampuannya menggambar sketsa wajah. Kemampuannya menggambar ini membawa Rival untuk menerima beragam pesanan sketsa wajah. “Tantangannya kalau menggambar itu misalnya pas ada order sekarang, tapi mau selesainya sekarang atau besok. Padahal pengerjaan sketsa dalam satu hari itu hanya bisa dua wajah,” tuturnya.
Baca juga: Seleksi Guru PPPK: Kompetisi di Tahap II Bersifat Terbuka
I Putu Angga Saputra, siswa SMK Negeri 1 Petang Bali, yang meraih medali emas pada kategori Agri Bisnis dan Agro Teknologi, mengungkapkan bahwa motivasi dari inovasi yang dia kembangkan berasal dari lingkungan daerahnya yang mengelola lahan pertanian lemon. Dengan judul Lemon California dan ECO Enzim, Angga menciptakan produk recycle dan produk turunannya. “Saya pilih (ide) ini karena memang saya anak pertanian. Tantangan dalam melakukan inovasi ini ada pada cuaca. Kalau cerah, bisa, kalau hujan akan terganggu,” jelasnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, yang hadir secara daring dalam acara penutupan FIKSI mengungkapkan kebahagiaannya dapat menyapa para calon wirausaha muda Indonesia yang berlaga di FIKSI 2021. Ia berpesan kepada para para peserta yang telah berpartisipasi, agar paham makna kewirausahaan karena pasar Indonesia maupun dunia terus berkembang hingga tahun 2045.
“Perkembangan dunia yang bergerak dengan cepat harus disikapi dengan tepat. Hanya generasi yang berjiwa entrepreneur lah yang bisa melihat dan memanfaatkan peluang tersebut,” tuturnya.
Peraih medali perak untuk kategori pariwisata, industri seni, dan kreatif, asal Provinsi Jawa Tengah, Rival Ardiansyah, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 menantang dirinya untuk menyelami bakat yang dimiliki. Siswa SMKN 1 Sukoharjo, Wonosobo, Jawa Tengah, ini mengikuti FIKSI dengan kemampuannya menggambar sketsa wajah. Kemampuannya menggambar ini membawa Rival untuk menerima beragam pesanan sketsa wajah. “Tantangannya kalau menggambar itu misalnya pas ada order sekarang, tapi mau selesainya sekarang atau besok. Padahal pengerjaan sketsa dalam satu hari itu hanya bisa dua wajah,” tuturnya.
Baca juga: Seleksi Guru PPPK: Kompetisi di Tahap II Bersifat Terbuka
I Putu Angga Saputra, siswa SMK Negeri 1 Petang Bali, yang meraih medali emas pada kategori Agri Bisnis dan Agro Teknologi, mengungkapkan bahwa motivasi dari inovasi yang dia kembangkan berasal dari lingkungan daerahnya yang mengelola lahan pertanian lemon. Dengan judul Lemon California dan ECO Enzim, Angga menciptakan produk recycle dan produk turunannya. “Saya pilih (ide) ini karena memang saya anak pertanian. Tantangan dalam melakukan inovasi ini ada pada cuaca. Kalau cerah, bisa, kalau hujan akan terganggu,” jelasnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, yang hadir secara daring dalam acara penutupan FIKSI mengungkapkan kebahagiaannya dapat menyapa para calon wirausaha muda Indonesia yang berlaga di FIKSI 2021. Ia berpesan kepada para para peserta yang telah berpartisipasi, agar paham makna kewirausahaan karena pasar Indonesia maupun dunia terus berkembang hingga tahun 2045.
“Perkembangan dunia yang bergerak dengan cepat harus disikapi dengan tepat. Hanya generasi yang berjiwa entrepreneur lah yang bisa melihat dan memanfaatkan peluang tersebut,” tuturnya.
Lihat Juga :