Aplikasi Bacara, Inovasi Mahasiswa untuk Bantu Komunikasi Teman Tuli dan Teman Bisu
Senin, 18 Oktober 2021 - 19:14 WIB
Dia menjelaskan, untuk proses pengetesan ini ditargetkan sekitar 20 pengguna aktif aplikasi dari teman tuli dan teman bisu, instansi pendidikan SLB 10 pengguna, komunitas 10 pengguna, juga ke kursus bahasa isyarat, pemerintah dan juga 60 pengguna dari masyarakat umum.
"Jadi kenapa masyarakat umum ini banyak karena kami ingin memperkecil jarak komunikasi antara teman dengar dengan teman tuli dan teman bisu," katanya.
Ujicoba ini penting sehingga ketika aplikasi ini resmi diluncurkan maka Bacara bisa lebih mudah digunakan dan lebih memenuhi kebutuhan masyarakat pula.
Dia menjelaskan, timnya juga mendapat mentoring secara langsung dari 2 ahli dari Google. Dimana mereka diajarkan bagaimana praktik baik di Industri untuk diterapkan di kampus dan mentoring secara khusus untuk pengembangan Bacara ini.
Maclaurin menyatakan, bagi mahasiswa pengembangan Bacara ini merupakan salah satu implementasi program Kampus Merdeka agar lebih mahasiswa bisa merasakan pengalaman bekerja di luar kampus dan siap bekerja di dunia industri nantinya.
"Mereka mengumpulkan data, membuat aplikasi dan ujungnya kami harap bisa mendapatkan hak kekayaan intelektual," harapnya.
Sementara bagi dosen, turut serta dalam pengembangan aplikasi ini menjadi cara dosen untuk mengabdikan ilmu khususnya dibidang teknologi informasi.
"Jadi kenapa masyarakat umum ini banyak karena kami ingin memperkecil jarak komunikasi antara teman dengar dengan teman tuli dan teman bisu," katanya.
Ujicoba ini penting sehingga ketika aplikasi ini resmi diluncurkan maka Bacara bisa lebih mudah digunakan dan lebih memenuhi kebutuhan masyarakat pula.
Dia menjelaskan, timnya juga mendapat mentoring secara langsung dari 2 ahli dari Google. Dimana mereka diajarkan bagaimana praktik baik di Industri untuk diterapkan di kampus dan mentoring secara khusus untuk pengembangan Bacara ini.
Maclaurin menyatakan, bagi mahasiswa pengembangan Bacara ini merupakan salah satu implementasi program Kampus Merdeka agar lebih mahasiswa bisa merasakan pengalaman bekerja di luar kampus dan siap bekerja di dunia industri nantinya.
"Mereka mengumpulkan data, membuat aplikasi dan ujungnya kami harap bisa mendapatkan hak kekayaan intelektual," harapnya.
Sementara bagi dosen, turut serta dalam pengembangan aplikasi ini menjadi cara dosen untuk mengabdikan ilmu khususnya dibidang teknologi informasi.
(mpw)
Lihat Juga :