Penerapan Social Enterprises dalam Menghadapi Tantangan Sosial
Senin, 15 November 2021 - 18:34 WIB
Sebelum terjadinya Pandemi Covid-19 ada 71% pengusaha sosial yang meraup keuntungan dan 48% adanya pertumbuhan laba. Dari perusahaan sosial memiliki dampak lebih dari 60% penjualan produk dan layanan di komunitas lokal.
Baca juga: Viral! IPK 2 Koma, Mahasiswi Ini Malah Lolos Beasiswa LPDP ke Inggris
Pertumbuhan pengusaha sosial meningkat didorong oleh faktor harga produk asing yang lebih mahal akibat terjadinya disrupsi perdagangan global dan sentimen serta empati tolong menolong antar komunitas yang bangkit selama pandemi.
Perusahaan sosial atau dapat disebut dengan Social Enterprises memiliki misi “Keuntungan dengan Tujuan” untuk mengamankan keseimbangan antara tujuan organisasi nirlaba tradisional dan organisasi laba.
Menurut Alinaghian dan Rezmdoost tahun 2021 dalam Journal of Business Research menjelaskan cara pengusaha sosial untuk membentuk dan memelihara bisnis melalui empat penerapan yaitu inisiasi, persuasi, resolusi konflik dan penciptaan nilai.
Pada inisiasi bisnis sosial yang potensial mampu membentuk hubungan yang didorong oleh individu, komunitas, penerima manfaat maupun pasar. Untuk persuasi melibatkan serangkaian praktik yang mendorong bisnis sosial untuk membentuk hubungan dengan melibatkan penyusunan manfaat potensial, membentuk solidaritas, membentuk percakapan serta institusi yang mendorong dan memfasilitasi hubungan.
Baca juga: Viral! IPK 2 Koma, Mahasiswi Ini Malah Lolos Beasiswa LPDP ke Inggris
Pertumbuhan pengusaha sosial meningkat didorong oleh faktor harga produk asing yang lebih mahal akibat terjadinya disrupsi perdagangan global dan sentimen serta empati tolong menolong antar komunitas yang bangkit selama pandemi.
Perusahaan sosial atau dapat disebut dengan Social Enterprises memiliki misi “Keuntungan dengan Tujuan” untuk mengamankan keseimbangan antara tujuan organisasi nirlaba tradisional dan organisasi laba.
Menurut Alinaghian dan Rezmdoost tahun 2021 dalam Journal of Business Research menjelaskan cara pengusaha sosial untuk membentuk dan memelihara bisnis melalui empat penerapan yaitu inisiasi, persuasi, resolusi konflik dan penciptaan nilai.
Pada inisiasi bisnis sosial yang potensial mampu membentuk hubungan yang didorong oleh individu, komunitas, penerima manfaat maupun pasar. Untuk persuasi melibatkan serangkaian praktik yang mendorong bisnis sosial untuk membentuk hubungan dengan melibatkan penyusunan manfaat potensial, membentuk solidaritas, membentuk percakapan serta institusi yang mendorong dan memfasilitasi hubungan.
Lihat Juga :