ITS Kembangkan Mesin Penanam Padi Otomatis
Kamis, 09 Desember 2021 - 06:15 WIB
Berdasarkan uji coba dengan sistem jajar legowo 2:1, Liza menyebutkan jika terdapat peningkatan panen padi sebesar 40 %. Dalam penanaman padi seluas seperempat hektar, jumlah panen padinya mampu bertambah sebanyak tiga hingga empat kuintal.
Baca juga: Keren, Mahasiswa UNY Buat Aplikasi Pendeteksi Usia Melalui Foto Wajah
Perempuan tersebut menyebutkan jika hal ini juga disebabkan karena berkurangnya hama tikus dan pemberian pupuk, pembuangan gulma, serta perawatan yang mudah. “Dengan menggunakan jajar legowo 2:1, tanaman lebih teratur sehingga tikus jadi jarang dan perawatannya mudah sekali,” tambahnya.
Menurutnya, transplanter yang beredar di pasaran memiliki dimensi yang besar sehingga sangat sulit digunakan di sawah yang berada di daerah lereng. Sistem penanamannya pun masih menggunakan jajar legowo 4:1.
Sedangkan transplanter yang sudah diusung sejak tahun 2020 ini memiliki dimensi yang lebih kecil, sehingga bisa digunakan di sawah yang berliku-liku. Selain itu, dimensi yang kecil juga membuat mesin ini tidak mudah ambles di tanah sawah yang becek.
Saat ini, transplanter ini sedang dalam tahap pengembangan untuk dapat dioperasikan secara otomatis menggunakan pengendali jarak jauh untuk mengurangi jumlah tenaga kerja. Dengan didukung microcontroller, transplanter yang secara penuh dikembangkan oleh ITS ini rencananya bisa menanam padi dengan sendirinya.
Baca juga: Keren, Mahasiswa UNY Buat Aplikasi Pendeteksi Usia Melalui Foto Wajah
Perempuan tersebut menyebutkan jika hal ini juga disebabkan karena berkurangnya hama tikus dan pemberian pupuk, pembuangan gulma, serta perawatan yang mudah. “Dengan menggunakan jajar legowo 2:1, tanaman lebih teratur sehingga tikus jadi jarang dan perawatannya mudah sekali,” tambahnya.
Menurutnya, transplanter yang beredar di pasaran memiliki dimensi yang besar sehingga sangat sulit digunakan di sawah yang berada di daerah lereng. Sistem penanamannya pun masih menggunakan jajar legowo 4:1.
Sedangkan transplanter yang sudah diusung sejak tahun 2020 ini memiliki dimensi yang lebih kecil, sehingga bisa digunakan di sawah yang berliku-liku. Selain itu, dimensi yang kecil juga membuat mesin ini tidak mudah ambles di tanah sawah yang becek.
Saat ini, transplanter ini sedang dalam tahap pengembangan untuk dapat dioperasikan secara otomatis menggunakan pengendali jarak jauh untuk mengurangi jumlah tenaga kerja. Dengan didukung microcontroller, transplanter yang secara penuh dikembangkan oleh ITS ini rencananya bisa menanam padi dengan sendirinya.
Lihat Juga :