Unair Siap Dampingi Penyintas untuk Dukung Kampus Bebas dari Kekerasan Seksual
Rabu, 05 Januari 2022 - 20:10 WIB
Penyintas dapat menceritakan kejadian yang terjadi, dengan juga membawa bukti-bukti yang mendukung. Walaupun kejadiannya sudah lama, bukti-buktinya harap disimpan, karena akan sangat membantu untuk prosesnya. Setelah laporan diterima, akan ada konselor yang mendampingi penyintas dan memastikan kesehatan mental penyintas dalam kondisi yang baik.
“Bila perlu, penyintas yang memiliki ketakutan atau gangguan kecemasan akan dirujuk ke psikolog, rumah shelter, ataupun tempat pelayanan medis lainnya,” sebut Ketua Help Center Unair Dr. Liestianingsih D. Dayanti melansir laman unair.ac.id, Rabu (5/1/2022).
Baca juga: Beasiswa S1-S3 ke Irlandia Dibuka, Kuliah Gratis dan Tunjangan Rp161 Juta per Tahun
Tim pendamping akan memeriksa laporan, sekaligus mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung adanya kejadian tersebut. “Sebab jangan sampai penyintas dirugikan dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh pelaku,” jelasnya.
Help Center Unair juga memfasilitasi adanya perlindungan bagi identitas penyintas, sehingga penyintas tak perlu takut identitasnya terbongkar saat melaporkan pelaku.
“Bila perlu, penyintas yang memiliki ketakutan atau gangguan kecemasan akan dirujuk ke psikolog, rumah shelter, ataupun tempat pelayanan medis lainnya,” sebut Ketua Help Center Unair Dr. Liestianingsih D. Dayanti melansir laman unair.ac.id, Rabu (5/1/2022).
Baca juga: Beasiswa S1-S3 ke Irlandia Dibuka, Kuliah Gratis dan Tunjangan Rp161 Juta per Tahun
Tim pendamping akan memeriksa laporan, sekaligus mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung adanya kejadian tersebut. “Sebab jangan sampai penyintas dirugikan dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh pelaku,” jelasnya.
Help Center Unair juga memfasilitasi adanya perlindungan bagi identitas penyintas, sehingga penyintas tak perlu takut identitasnya terbongkar saat melaporkan pelaku.
Lihat Juga :