Mahasiswa ITS Gagas Aplikasi untuk Optimalkan Kelayakan Finansial PLTSa

Selasa, 22 Februari 2022 - 18:17 WIB
Nilai ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan minimum attractive rate of return (MARR) yang berada di angka 6 %. “Indikator IRR yang didapatkan ini jauh lebih tinggi hingga mencapai tiga kali lipat. Dari segi profit, sangat bisa meyakinkan investor,” tuturnya.

Dalam mencapai tujuan tersebut, mahasiswa yang akrab disapa Amrizal ini bersama timnya mengajukan beberapa solusi. Solusi pertama yaitu mengalihkan proses pada pembangkit listrik dari proses pembakaran ke gasifikasi.

Dengan peralihan ini, meskipun memiliki biaya yang lebih mahal, akan mengurangi emisi yang signifikan. “Kalau mesin pembakaran itu menghasilkan karbon monoksida yang tinggi, jika gasifikasi bisa berkurang drastis,” ungkapnya.

Solusi kedua yaitu memberikan tipping fee kepada setiap PLTSa yang akan dibangun di Makassar. Tipping fee yang ditawarkan dari tim yang diberi nama Bilos ini adalah sebesar Rp160.000.

Solusi ketiga, tim ini mengombinasikan antara electricity supply chain dengan green business supply chain. Dengan begini, pembangkit listrik akan mendapatkan pasokan sampah untuk beroperasi, sekaligus memberikan efek hijau pada lingkungan dengan memanfaatkan kembali sampah yang ada.

Solusi keempat yang diberikan yaitu pembuatan aplikasi terintegrasi dengan nama Social Empowerment. Aplikasi ini memiliki berbagai manfaat yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Baca juga: Inovasi Keren, Petani Milenial Ini Kembangkan Smart Farming Drip Irigation System
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!