Mahasiswa Universitas Indonesia Raih Juara Umum EUREKA ITB 2022
Jum'at, 01 April 2022 - 18:26 WIB
“Hal ini penting, karena pada babak final, peserta ditantang untuk mengerjakan soal open problem, melakukan studi kasus, untuk membuktikan kemampuannya dalam mengaplikasikan ilmu fisika pada kehidupan,” kata Dr. Aziz.
Soal open problem pada final tersebut juga diakui Arsy memang menjadi tantangan paling sulit. Menurutnya, untuk open problem, tiap individu peserta dituntut mengeksplorasi kemampuan berpikir kritis guna menghasilkan gagasan baru sebagai solusi dalam pemecahan suatu masalah.
Baca juga: Calon Mahasiswa, IPB Bersiap Buka Fakultas Kedokteran
“Jadi pada soalnya peserta diminta meninjau dua metode penyimpanan Qubit. Metode 1 qubit disimpan menggunakan gabungan medan listrik dan magnet statis, sedangkan metode 2 menggunakan medan listrik bergantung waktu saja. Dari kedua metode tersebut, diminta dipertimbangkan pergerakan partikel, kestabilan, beserta syarat nilai k pada potensialnya. Terdapat dua cara untuk meninjau persoalan ini, yaitu secara Klasik, maupun secara Kuantum,” ujar Arsy menjelaskan tentang tantangan tahap final.
Gagasan tersebut, kata Arsy, selanjutnya dipaparkan kepada tim juri melalui materi presentasi. “Selanjutnya, setiap peserta harus menyajikan jawabannya di hadapan para dewan juri dengan cara presentasi,” ujarnya lagi.
Soal open problem pada final tersebut juga diakui Arsy memang menjadi tantangan paling sulit. Menurutnya, untuk open problem, tiap individu peserta dituntut mengeksplorasi kemampuan berpikir kritis guna menghasilkan gagasan baru sebagai solusi dalam pemecahan suatu masalah.
Baca juga: Calon Mahasiswa, IPB Bersiap Buka Fakultas Kedokteran
“Jadi pada soalnya peserta diminta meninjau dua metode penyimpanan Qubit. Metode 1 qubit disimpan menggunakan gabungan medan listrik dan magnet statis, sedangkan metode 2 menggunakan medan listrik bergantung waktu saja. Dari kedua metode tersebut, diminta dipertimbangkan pergerakan partikel, kestabilan, beserta syarat nilai k pada potensialnya. Terdapat dua cara untuk meninjau persoalan ini, yaitu secara Klasik, maupun secara Kuantum,” ujar Arsy menjelaskan tentang tantangan tahap final.
Gagasan tersebut, kata Arsy, selanjutnya dipaparkan kepada tim juri melalui materi presentasi. “Selanjutnya, setiap peserta harus menyajikan jawabannya di hadapan para dewan juri dengan cara presentasi,” ujarnya lagi.
Lihat Juga :