Edukasi Internet Hindarkan Anak dari Kejahatan Daring

Jum'at, 19 Juni 2020 - 12:48 WIB
Selain manfaat internet seperti untuk belajar dan sosialisasi, informasi terkait jejak digital juga perlu dikenali anak. Segala aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital yang dapat dilihat orang lain atau terdata di dalam database.

Menurut Andy, rekam jejak tersebut bisa berdampak buruk jika dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan digital, seperti penipuan, hacking atau pembajakan, kekerasan dan eksploitasi.

“Eksploitasi seksual anak online ini yang sangat perlu untuk diwaspadai. Bentuk-bentuknya bisa berupa materi yang menampilkan kekerasan atau eksploitasi anak, grooming atau pedekate untuk tujuan seksual online, sexting, pemerasan seksual hingga live streaming atau siaran langsung untuk kekerasan seksual pada anak,” jelasnya.

Ia menilai eksploitasi seksual anak secara daring terindikasi semakin merebak di masa pandemi Covid-19. Hal itu merujuk pada laporan yang diterima NCMEC (National Center for Missing and Exploited Children) pada April 2020. Ada sekitar 4,2 juta konten eksploitasi seksual anak yang didistribusikan atau diakses. Jumlah itu meningkat 2 juta dalam sebulan dibanding data pada Maret 2020.

(Baca: Kemendikbud: Kurikulum Tak Perlu Dipaksakan Tuntas)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!