Cerita Hesti, Putri Buruh Jahit yang Lulus Cum Laude dari UNY
Selasa, 28 Juni 2022 - 16:36 WIB
Pada awalnya, biaya kuliah menjadi kerisauan Agus dan Mimin. Namun dengan adanya beasiswa Bidikmisi -yang sekarang dinamai KIP Kuliah- bagi siswa yang pandai namun dari keluarga kurang mampu, keluarga ini pun merasa tertolong.
Hesti Wulandari mengatakan, informasi Bidikmisi didapatkan dari para gurunya. Alumni SMKN 7 Purworejo itu mencari sendiri informasi tentang beasiswa ini karena mayoritas alumni sekolahnya memilih bekerja dan jarang yang menempuh studi lanjut.
Hesti juga mengurus sendiri surat-surat yang diperlukan hingga memperoleh akses beasiswa Bidikmisi. Gadis kelahiran 26 Januari 2002 tersebut memilih pendidikan akuntansi UNY sebagai pilihan pertama, kemudian Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Tidar Magelang.
Menurut Mimin Jeminten, dia memilihkan putri bungsunya di Pendidikan Akuntansi karena Hesti menyerahkan pada ibunya untuk memilihkan jurusan dalam SBMPTN.
“Dalam bayangan saya Pendidikan Akuntansi akan menjadi guru di SMK dimana mengajarkannya relatif lebih mudah karena siswanya sudah dewasa. Berbeda dengan mengajar sekolah di bawahnya seperti SMP atau SD,” ungkap Mimin.
Doa seorang ibu yang mujarab, Hesti pun diterima pada pilihan pertamanya di SBMPTN. Selama kuliah di UNY Hesti Wulandari juga aktif dalam beberapa unit kegiatan mahasiswa di antaranya UKM Rekayasa Teknologi, UKM Panahan, dan UKM Al Fatih Fakultas Ekonomi. “Indeks prestasi saya tertinggi pernah mencapai 4,00 saat semester 7,” katanya.
Hesti pun membagikan kiat untuk meraih indeks prestasi setinggi itu. Yakni selalu mengerjakan tugas, baik setelah kuliah atau di sela-sela waktu beraktivitas dalam UKM. Kemudian belajar dengan disiplin. Terutama saat mau ujian dan memperhatikan saat dosen mengajar di kelas.
Hesti Wulandari mengatakan, informasi Bidikmisi didapatkan dari para gurunya. Alumni SMKN 7 Purworejo itu mencari sendiri informasi tentang beasiswa ini karena mayoritas alumni sekolahnya memilih bekerja dan jarang yang menempuh studi lanjut.
Hesti juga mengurus sendiri surat-surat yang diperlukan hingga memperoleh akses beasiswa Bidikmisi. Gadis kelahiran 26 Januari 2002 tersebut memilih pendidikan akuntansi UNY sebagai pilihan pertama, kemudian Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Tidar Magelang.
Menurut Mimin Jeminten, dia memilihkan putri bungsunya di Pendidikan Akuntansi karena Hesti menyerahkan pada ibunya untuk memilihkan jurusan dalam SBMPTN.
“Dalam bayangan saya Pendidikan Akuntansi akan menjadi guru di SMK dimana mengajarkannya relatif lebih mudah karena siswanya sudah dewasa. Berbeda dengan mengajar sekolah di bawahnya seperti SMP atau SD,” ungkap Mimin.
Doa seorang ibu yang mujarab, Hesti pun diterima pada pilihan pertamanya di SBMPTN. Selama kuliah di UNY Hesti Wulandari juga aktif dalam beberapa unit kegiatan mahasiswa di antaranya UKM Rekayasa Teknologi, UKM Panahan, dan UKM Al Fatih Fakultas Ekonomi. “Indeks prestasi saya tertinggi pernah mencapai 4,00 saat semester 7,” katanya.
Hesti pun membagikan kiat untuk meraih indeks prestasi setinggi itu. Yakni selalu mengerjakan tugas, baik setelah kuliah atau di sela-sela waktu beraktivitas dalam UKM. Kemudian belajar dengan disiplin. Terutama saat mau ujian dan memperhatikan saat dosen mengajar di kelas.
Lihat Juga :