Inovasi Mahasiswa UGM, Biogas Portabel Ubah Sampah Jadi Energi Alternatif

Kamis, 15 September 2022 - 06:15 WIB
Mereka mengembangkan inovasi ini dengan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam skema Program Kreativitas Mahasiswa.

“Selain mampu menekan jumlah sampah yang terbuang, biogas ini juga mampu menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC) dan Kompos Bogashi melalui sisa hasil fermentasi sampah,” imbuh Fajar.

Ia menerangkan, sampah organik yang berasal dari rumah tangga memiliki persentase tertinggi yakni 73% dengan rata-rata setiap orang membuang sampah 0,7 kg per hari. Ketiadaan pengolahan sampah dari setiap rumah tangga juga turut menyebabkan sebagian besar TPA mengalami over capacity.

TPA Piyungan menjadi rumah paling nyaman bagi sampah masyarakat Yogyakarta. Bagaimana tidak, sebanyak 700 ton sampah terus bertambah setiap harinya. Dalam penerapan produk, sasaran yang dituju oleh tim ini adalah kelompok PKK di Dusun Banyakan II, Kecamatan Piyungan, Bantul.

Baca juga: Inovatif, Mahasiswa UGM Buat Robot Pendeteksi Kekeroposan Pohon

Tim ini membuat lima digester biogas yang ditempatkan pada setiap RT, yang nantinya menjadi pionir kepedulian masyarakat akan sampah. Pupuk organik sebagai produk samping juga akan diolah serta diuji di laboratorium, dan nantinya akan dikomersialisasikan sebagai produk unggulan Bumdes.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!