Bukan Sekadar Nilai, Wisudawan Terbaik UMM Ini Aktif Program Sukarelawan
Selasa, 20 September 2022 - 05:18 WIB
Ada beberapa hal yang mendorong Qoonita untuk menjadi relawan. Ia mengatakan bahwa dirinya sangat ingin menjadi guru. Namun karena beberapa hal, keinginan tersebut tidak bisa terkabul.
Oleh karena itu, ia menjadikan kegiatan mengajarnya di panti asuhan ini sebagai pelipur lara. Kegiatan ini juga tidak mengganggu proses kuliahnya karena dilakukan pada malam hari.
Baca juga: 92 Mahasiswa Indonesia Bertalenta Raih Beasiswa dari Daewoong Foundation
“Saya senang bertemu orang baru dan berkontribusi kepada masyarakat luas. Selain itu, daripada materi selama Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang saya pelajari terbuang percuma, lebih baik saya salurkan ke yang lain. Hal ini juga sejalan dengan salah satu peribahasa yang saya sukai yaitu sebaik-baiknya manusia adalah ia yang bermanfaat bagi sesamanya,” kata Qoonita.
Terkait prestasi yang ia raih, Qoonita bercerita bahwa ia mulai aktif menulis essay ketika menginjak semester akhir. Meskipun cukup terlambat untuk mengikuti lomba, namun ia dapat mengejar ketertinggalan dengan baik dan meraih beberapa juara. Salah satunya juara Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) mahasiswa tingkat nasional di Universitas Bengkulu.
Oleh karena itu, ia menjadikan kegiatan mengajarnya di panti asuhan ini sebagai pelipur lara. Kegiatan ini juga tidak mengganggu proses kuliahnya karena dilakukan pada malam hari.
Baca juga: 92 Mahasiswa Indonesia Bertalenta Raih Beasiswa dari Daewoong Foundation
“Saya senang bertemu orang baru dan berkontribusi kepada masyarakat luas. Selain itu, daripada materi selama Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang saya pelajari terbuang percuma, lebih baik saya salurkan ke yang lain. Hal ini juga sejalan dengan salah satu peribahasa yang saya sukai yaitu sebaik-baiknya manusia adalah ia yang bermanfaat bagi sesamanya,” kata Qoonita.
Terkait prestasi yang ia raih, Qoonita bercerita bahwa ia mulai aktif menulis essay ketika menginjak semester akhir. Meskipun cukup terlambat untuk mengikuti lomba, namun ia dapat mengejar ketertinggalan dengan baik dan meraih beberapa juara. Salah satunya juara Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) mahasiswa tingkat nasional di Universitas Bengkulu.
Lihat Juga :