Cerdik Kejar Gelar Akademik saat Pandemi

Sabtu, 04 Juli 2020 - 09:04 WIB
"Sebanyak 51% yakin lulus semester ini kalau data-datanya dapat," tambah Fiza.

Berbeda dengan Fiza yang masih menyusun tesis untuk mendapatkan gelar masternya, Darto mahasiswa Jurusan Ilmu Politik, Universitas Tarumanegara, telah lulus dari kampusnya. Namun Darto mengaku dirinya adalah mahasiswa gelombang pertama yang lulus dengan sistem sidang akhir online.

"Saya sebenarnya ngerjain tesis sebelum pandemi, tapi pas mau sidang akhir keburu ada korona. Untungnya kampus bikin secara online. Ya alhamdulillah bisa lulus. Ya lulus lewat jalur korona," ujarnya.

Menurut pengalamannya, melakukan sidang secara online rasanya aneh dan banyak masalah teknis. Hal tersebut diakibatkan pengumuman sidang yang mendadak sehingga dia tidak bisa maksimal mempersiapkan diri. Darto menyebut kampusnya memberi uang untuk membeli kuota, tetapi uang tersebut sebenarnya tidak cukup untuk melakukan video call selama 40 menit. (Baca juga: Netizen Harus Hati-hati Beli Produk Murah di Medsos, Ini Alasannya)

Selain masalah teknis, Darto mengaku canggung harus bicara sendiri di depan laptop dan dilihat oleh dosen-dosen. Apalagi dia juga sering mengulang-ulang penjelasannya karena masalah koneksi internet. Namun setelah melewati seluruh proses tersebut, Darto merasa lega. Apagi setelah dinyatakan lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.

Berbeda dengan sidang konvensional yang harus bertatap muka, menurut Darto sidang online jauh lebih memudahkannya untuk lulus.

"Asal sudah terkoneksi, sidang secara online jadi lebih gampang daripada sidang sebagaimana biasanya. Contohnya pas lagi seminar proposal itu lebih susah dan grogi karena ketemu dan tatap muka langsung sama penguji. Nah, kalau secara online kayak ngobrol sama laptop jadi lebih rileks aja. Apalagi kan ada batas waktu menjelaskan dan menjawab pertanyaan," ungkapnya. (Lihat videonya: Diduga Gunakan Ilmu kebal, Pencuri jadi Bulan-bulanan Warga)

Meski begitu Darto mengaku sedih karena lulus di masa pandemi. Alasannya dia tidak bisa merayakan kelulusannya bersama dengan teman-temannya. "Sedih karena tidak bisa merasakan euforia kelulusan seperti yang orang lain rasakan, tetapi tetap bahagia karena bisa memenuhi tanggung jawab kepada orang tua," tambahnya. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!