Pemerintah Dinilai Perlu Kembangkan Komunikasi Risiko untuk Hadapi Bencana

Rabu, 02 November 2022 - 13:02 WIB
“Model ini merupakan pengembangan dari model komunikasi risiko Wuhan yang hanya melibatkan tiga stakeholder,” ujarnya.

Novelties kedua, penelitian Dian menemukan ciri dan kriteria komunikasi risiko yang merupakan pengembangan dari komunikasi efektif. Ketiga, Dian mengolah kembali posisi komunikasi risiko bencana pada Disaster Management Cycle untuk dapat memahami kapan waktu yang tepat untuk menyampaikan pesan yang bersifat komunikasi risiko dan komunikasi krisis di saat terjadi bencana.

“Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan paradigma post-positivisme, di mana di dalamnya dilakukan wawancara secara mendalam kepada setiap informan,” jelasnya.

Dian berharap pemerintah dan stakeholder dapat berkolaborasi dalam menghadapi bencana tsunami. “Tsunami sudah menjadi ancaman yang sangat potensial di negeri kita. Untuk itu perlu dibangun model komunikasi efektif sebagai bentuk mitigasi terhadap risiko,” katanya.

Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS), Boy Kelana Subroto, mengapresiasi riset yang dikembangkan oleh Dian. Ia sepakat bahwa Indonesia membutuhkan strategi komunikasi efektif dan kolaboratif untuk merespons kebencanaan.

Baca juga: 23 Sekolah Kedinasan Ini akan Membawamu Jadi CPNS Kemenhub
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!