Kemendikbudristek Dukung Tata Rias Pengantin sebagai Pelestarian Warisan Budaya

Rabu, 14 Desember 2022 - 17:57 WIB
Wartanto menambahkan, tercatat 180 jenis tata rias pengantin yang sudah dibakukan, serta masih banyak lagi yang belum digali, yang merupakan karya gemilang nenek moyang yang harus dilestarikan. Modifikasi dan inovasi juga dibutuhkan sesuai dengan kondisi kekinian. “Apa pun modifikasinya, itu tidak akan mengurangi ciri dan kekhasan yang dimiliki masing-masing daerah,” tuturnya.

Tata rias pengantin dapat dipertahankan, meski dibutuhkan langkah-langkah bagaimana cara melestarikannya. Salah satu contohnya adalah melalui acara pernikahan. "Melalui acara mungkin yang dilaksanakan seumur hidup sekali tersebut, kita dapat memakai pakaian dan rias pengantin sesuai dengan pilihan dan kebanggaan kita yang merupakan warisan nenek moyang yang telah diakui dunia,” ungkap Wartanto.

Tak ketinggalan, Wartanto juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, yang mencakup budayawan, kementerian/lembaga, akademisi, maupun organisasi profesi yang merumuskan kemajuan tata rias Indonesia dan siap memberikan dorongan terhadap hasil yang didapatkan pada gelaran ini.

Ketua Panitia Musyarafah Mahfud menyebutkan meski dengan persiapan singkat, acara ini perlu diadakan guna mengingatkan kembali bagaimana tata rias dibudayakan sesuai dengan warisan leluhur maupun dimodifikasi sesuai dengan standar. “Kami berharap peserta dapat mengambil manfaat dari acara ini untuk tata rias ke depan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga diisi diskusi dari berbagai narasumber, yakni Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (Mapparessa Karaeng Turikale), perwakilan Direktorat Jenderal Kebudayaan (Siti Utami Haryanti), serta Prof. Sri Mulyati yang mewakili Imam Besar Masjid Istiqlal.

“Tata rias pengantin dari berbagai daerah ini hadir untuk saling mendukung kelestarian budaya,” ujar Mapparessa.

Mapparessa pun mengingatkan kembali pakem yang harus dimiliki para penata rias untuk menata hati agar yang dilayani menjadi puas. “Tata rias pengantin adalah warisan leluhur. Merias harus dilakukan dengan senang, persiapkanlah diri dengan baik,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!