Kisah Wicak, Berprestasi sejak SD Mengantarnya Raih Beasiswa Unggulan Kuliah di IPB
Sabtu, 24 Desember 2022 - 16:46 WIB
Motivasi terbesarnya dalam berprestasi adalah reaksi orang-orang disekitarnya terutama keluarga. Ayah dan ibunya yang memiliki usaha warung makan kecil-kecilan selalu mendukung penuh yang dilakukannya. Meskipun berasal dari keluarga kurang mampu, ia berusaha menunjukkan dirinya agar tidak dapat diremehkan oleh orang lain. “Tidak banyak harta yang kami miliki, jadi saya bertekad menjadi harta terbaik yang bisa selalu mereka banggakan,” ungkap Wicak.
Mahasiswa kedokteran hewan ini juga memiliki cara lain untuk mengembalikan semangatnya. “Dengan ‘mengejek’ dan ‘meremehkan’ diri sendiri ketika berada di titik terendah, sehingga diri saya sendiri tidak terima lalu membuktikan bahwa kualitas diri saya tidak serendah apa yang saya pikirkan,” pungkas Wicak.
Ke depannya, ia ingin menjadi dosen atau pengajar. Hal ini juga didasarkan dari kesenangannya untuk membagikan ilmu yang dimilikinya. Selama bertahun-tahun, ia sangat aktif dalam mendampingi adik kelasnya untuk meneliti dan meraih prestasi. Ada perasaan senang ketika melihat orang lain belajar sesuatu darinya. Melihat orang yang dibimbingnya meraih sesuatu dan berubah menjadi lebih baik adalah kebahagiaan yang sungguh besar bagi Wicak.
Pada kesempatan ini, mahasiswa berusia 22 tahun tersebut turut memberikan pesan kepada seluruh generasi muda di seluruh Indonesia agar untuk berprestasi jangan fokus terhadap gelar juara apa yang akan diraih, namun tentukan tujuan-tujuan kecil yang berharga dari mengikuti sebuah kompetisi. Hal ini dapat membuat tetap tersenyum terlepas dari apapun hasilnya.
Wicak juga mengajak generasi muda untuk mengenali diri sendiri dan cari kelebihan yang bisa ditonjolkan. “Dan yang terpenting dalam proses itu, bentuk karaktermu yang unggul, menghormati guru, dan senantiasa ingin bermanfaat bagi orang lain. Jangan sombong atas apa pun yang kamu capai, dan jangan pelit atas ilmu yang kamu miliki,” tegas Wicak.
Mahasiswa kedokteran hewan ini juga memiliki cara lain untuk mengembalikan semangatnya. “Dengan ‘mengejek’ dan ‘meremehkan’ diri sendiri ketika berada di titik terendah, sehingga diri saya sendiri tidak terima lalu membuktikan bahwa kualitas diri saya tidak serendah apa yang saya pikirkan,” pungkas Wicak.
Ke depannya, ia ingin menjadi dosen atau pengajar. Hal ini juga didasarkan dari kesenangannya untuk membagikan ilmu yang dimilikinya. Selama bertahun-tahun, ia sangat aktif dalam mendampingi adik kelasnya untuk meneliti dan meraih prestasi. Ada perasaan senang ketika melihat orang lain belajar sesuatu darinya. Melihat orang yang dibimbingnya meraih sesuatu dan berubah menjadi lebih baik adalah kebahagiaan yang sungguh besar bagi Wicak.
Pada kesempatan ini, mahasiswa berusia 22 tahun tersebut turut memberikan pesan kepada seluruh generasi muda di seluruh Indonesia agar untuk berprestasi jangan fokus terhadap gelar juara apa yang akan diraih, namun tentukan tujuan-tujuan kecil yang berharga dari mengikuti sebuah kompetisi. Hal ini dapat membuat tetap tersenyum terlepas dari apapun hasilnya.
Wicak juga mengajak generasi muda untuk mengenali diri sendiri dan cari kelebihan yang bisa ditonjolkan. “Dan yang terpenting dalam proses itu, bentuk karaktermu yang unggul, menghormati guru, dan senantiasa ingin bermanfaat bagi orang lain. Jangan sombong atas apa pun yang kamu capai, dan jangan pelit atas ilmu yang kamu miliki,” tegas Wicak.
(nnz)
Lihat Juga :