Mahasiswa ITS Rancang Aksanawa, Kapal Pencari Korban Kecelakaan Laut
Rabu, 04 Januari 2023 - 13:43 WIB
Dibekali dengan baterai Li-PO 6200 mAh, Aksanawa mampu bertahan selama 113 menit dengan kecepatan 0,5 m/s. Selain itu, kapal tersebut menggunakan sistem modular atau bisa dibongkar pasang untuk mempermudah proses pengiriman kapal ke lokasi kecelakaan.
Tim mahasiswa ITS perancang kapal pintar Aksanawa. Foto/Humas ITS.
Lain halnya dengan YOLO-Boat yang hanya memiliki satu kamera di permukaan air, Aksanawa memiliki dua kamera yang di atas dan di bawah permukaan air. Di sisi manajemen power, Aksanawa mengonsumsi daya yang lebih rendah dibanding kapal pendahulunya. “Hal itu disebabkan oleh konsumsi memori Aksanawa hanya sebesar 20 megabyte, lebih sedikit dibanding YOLO-Boat yang memakan memori sebesar 200 megabyte,” jelasnya.
Meskipun memakan memori yang lebih kecil, Aksanawa mampu mendeteksi korban lebih akurat karena Floating Point Operations Per Second (FLOPS) yang digunakan sangat sedikit. “Dengan FLOPS yang sedikit, Aksanawa mampu menghasilkan skor 30 frame per second,” imbuh mahasiswa Departemen Teknik Komputer itu.
Tim mahasiswa ITS perancang kapal pintar Aksanawa. Foto/Humas ITS.
Lain halnya dengan YOLO-Boat yang hanya memiliki satu kamera di permukaan air, Aksanawa memiliki dua kamera yang di atas dan di bawah permukaan air. Di sisi manajemen power, Aksanawa mengonsumsi daya yang lebih rendah dibanding kapal pendahulunya. “Hal itu disebabkan oleh konsumsi memori Aksanawa hanya sebesar 20 megabyte, lebih sedikit dibanding YOLO-Boat yang memakan memori sebesar 200 megabyte,” jelasnya.
Meskipun memakan memori yang lebih kecil, Aksanawa mampu mendeteksi korban lebih akurat karena Floating Point Operations Per Second (FLOPS) yang digunakan sangat sedikit. “Dengan FLOPS yang sedikit, Aksanawa mampu menghasilkan skor 30 frame per second,” imbuh mahasiswa Departemen Teknik Komputer itu.
Lihat Juga :