Ilmu Itu Nyawanya Islam dan Tiangnya Iman
Rabu, 18 Januari 2023 - 19:13 WIB
Sementara itu penulis kedua Drs. Yuddy Ardhi menyatakan untuk mengetahui ilmu, harus mengetahui sumber ilmunya. Karena ilmu yang tidak dikonfirmasi dengan sumber ilmunya, akan terpengaruh dengan sekuler. “Contohnya adalah pemikiran liberalisme. Ketika kita sudah menjadi Islam, kita akan mengetahui pencipta, ajarannya. Al-Qur’an adalah sumber ilmu, dan menjadi landasan bagi ummat muslim di seluruh Indonesia. Misi dari buku ini adalah memaknai antara integrasi dan islam,” Ujarnya.
Dalam bedah buku yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Prof. Asep Saefuddin, selaku Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Fathul Wahid Ph.D, selaku
Koordinatoriat Konsorsium Epistemologi Islam / Pengurus Harian BKS-PTIS, Prof. Hermawan Kresno Dipojono, selaku Ketua AMKI, dan Adian Husaini, selaku Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.
Acara dibuka dengan sambutan oleh, Prof. Fathul Wahid Ph.D, yang menyampaikan tentang scientific ilmiah, salah satunya dengan bagaimana masyarakat muslim bisa berpikir ilmiah secara islam, yaitu dengan “MasyaAllah, SubhanAllah” Ketika melihat suatu kejadian atau keindahan akan suatu hal. Ketika pandemi covid melanda, kepercayaan masyarakat Indonesia, akan science dan scientist meningkat. Sebanyak 34% publik kepada science dan scientist.
Sementara itu dalam dengan sambutannya Hermawan Kresno Dipojono, menyatakan terkait keilmuan yang berkembang saat ini harus menjaga kemuliaan kemanusiaan, kemanusiaan dan menjaga ciptaan sang pencipta.
Dalam bedah buku yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Prof. Asep Saefuddin, selaku Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Fathul Wahid Ph.D, selaku
Koordinatoriat Konsorsium Epistemologi Islam / Pengurus Harian BKS-PTIS, Prof. Hermawan Kresno Dipojono, selaku Ketua AMKI, dan Adian Husaini, selaku Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.
Acara dibuka dengan sambutan oleh, Prof. Fathul Wahid Ph.D, yang menyampaikan tentang scientific ilmiah, salah satunya dengan bagaimana masyarakat muslim bisa berpikir ilmiah secara islam, yaitu dengan “MasyaAllah, SubhanAllah” Ketika melihat suatu kejadian atau keindahan akan suatu hal. Ketika pandemi covid melanda, kepercayaan masyarakat Indonesia, akan science dan scientist meningkat. Sebanyak 34% publik kepada science dan scientist.
Sementara itu dalam dengan sambutannya Hermawan Kresno Dipojono, menyatakan terkait keilmuan yang berkembang saat ini harus menjaga kemuliaan kemanusiaan, kemanusiaan dan menjaga ciptaan sang pencipta.
Lihat Juga :