Inovasi Urban Farming dengan Teknologi Internet ala Mahasiswa Universitas Pertamina
Minggu, 29 Januari 2023 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Bersama rekan-rekannya Muladi Jordan dan Muhammad Akram Saputra, inovasi tim bernama Tim Ariculture itu berjaya menyabet juara 1 dalam PT PLN Innovation and Competition Engineering (ICE) 2022. Mereka juga berhasil mendapatkan pendanaan pengembangan proyek IoT aeroponik dengan total nilai mencapai Rp50 juta.
Baca juga: Kisah Anak Penjual Gula Keliling Pecahkan Rekor Lulus Doktor Tercepat dan Termuda di Unsri
"Kami membangun rumah cerdas pengembangan pertanian aeroponik, berlokasi di Garut. Rumah cerdas itu dilengkapi teknologi penunjang pertanian seperti sensor kelembaban, sensor cahaya dan sensor pH yang terintegrasi dengan Internet melalui ponsel pintar, sebagai alat pengaturnya. Sehingga pelaku aeroponik bisa memantau tanaman dari jauh," jelas Rozan.
NASA (National Aeronautics and Space Administration) menyebutkan bahwa pertaniaan perkotaan yang memanfaatkan sistem aeroponik dapat mengurangi penggunaan air hingga 98 persen, penggunaan pupuk hingga 60 persen dan penggunaan pestisida 100 persen.
Aeroponik juga terbukti lebih moncer ketimbang teknik budidaya konvensional. Beberapa penelitian mengungkap produksi aeroponik 2,5 kali lipat lebih tinggi. Penelitian lain menunjukkan produktivitas berat selada aeroponik bisa mencapai 20 ton per hektar, lebih tinggi daripada selada hasil pertanian konvensional yaitu sebanyak 10 ton per hektar.
Baca juga: Kisah Anak Penjual Gula Keliling Pecahkan Rekor Lulus Doktor Tercepat dan Termuda di Unsri
"Kami membangun rumah cerdas pengembangan pertanian aeroponik, berlokasi di Garut. Rumah cerdas itu dilengkapi teknologi penunjang pertanian seperti sensor kelembaban, sensor cahaya dan sensor pH yang terintegrasi dengan Internet melalui ponsel pintar, sebagai alat pengaturnya. Sehingga pelaku aeroponik bisa memantau tanaman dari jauh," jelas Rozan.
NASA (National Aeronautics and Space Administration) menyebutkan bahwa pertaniaan perkotaan yang memanfaatkan sistem aeroponik dapat mengurangi penggunaan air hingga 98 persen, penggunaan pupuk hingga 60 persen dan penggunaan pestisida 100 persen.
Aeroponik juga terbukti lebih moncer ketimbang teknik budidaya konvensional. Beberapa penelitian mengungkap produksi aeroponik 2,5 kali lipat lebih tinggi. Penelitian lain menunjukkan produktivitas berat selada aeroponik bisa mencapai 20 ton per hektar, lebih tinggi daripada selada hasil pertanian konvensional yaitu sebanyak 10 ton per hektar.
Lihat Juga :