Khawatir Salah Pilih Jurusan Kuliah di SNBP 2023? Ini Tips dan Trik dari Rektor Untar
Kamis, 16 Februari 2023 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, menurutnya di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), ada kecenderungan mulai berkurang peminatnya. Prof Agustinus memprediksi hal ini terjadi karena cukup ketatnya kompetisi dan proses pembelajaran di bidang STEM. Hal ini cukup disayangkan karena dalam kehidupan manusia banyak sekali bergantung pada bidang tersebut.
"Saya kira ini justru perlu kita promosikan kembali bidang STEM, karena kehidupan kita banyak sekali yang bergantung pada bidang engineering dan peluang kerja masih luar biasa. Terus siapa yang akan membangun kalau tidak ada insinyur di bidang itu, misalnya infrastruktur, pembangunan jalan raya, bangunan, dan lainnya," katanya.
4. Jangan Tutup Mata dengan Kampus Swasta
Yang namanya seleksi dan kompetisi, pasti ada yang lolos maupun tidak. Oleh karena itu sebagai tips pamungkas, Prof. Agustinus mengajak para calon mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai pilihan yang tersedia.
Termasuk kampus swasta yang menurut Prof. Agustinus juga sudah tidak bisa dibedakan lagi dengan kampus negeri. Karena kualitasnya sudah dijamin oleh badan akreditasi, banyak kolaborasi internasional, terdigitalisasi secara administrasi maupun pembelajaran, serta masing-masing kampus memiliki berbagai keunikan dan keunggulan.
"Kita tidak perlu menutup mata dengan perguruan tinggi yang lain. Jadi saya kira dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) sudah tidak terlalu relevan," terangnya.
"Universitas Tarumanagara sendiri tahun ini menargetkan akan menerima 3.500 sampai 4.000 mahasiswa, sudah terakreditasi unggul, dan proses seleksi maupun penjaminan mutunya juga sangat ketat. Calon mahasiswa tidak perlu galau, fokus kepada cita-citamu," pungkasnya.
"Saya kira ini justru perlu kita promosikan kembali bidang STEM, karena kehidupan kita banyak sekali yang bergantung pada bidang engineering dan peluang kerja masih luar biasa. Terus siapa yang akan membangun kalau tidak ada insinyur di bidang itu, misalnya infrastruktur, pembangunan jalan raya, bangunan, dan lainnya," katanya.
4. Jangan Tutup Mata dengan Kampus Swasta
Yang namanya seleksi dan kompetisi, pasti ada yang lolos maupun tidak. Oleh karena itu sebagai tips pamungkas, Prof. Agustinus mengajak para calon mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai pilihan yang tersedia.
Termasuk kampus swasta yang menurut Prof. Agustinus juga sudah tidak bisa dibedakan lagi dengan kampus negeri. Karena kualitasnya sudah dijamin oleh badan akreditasi, banyak kolaborasi internasional, terdigitalisasi secara administrasi maupun pembelajaran, serta masing-masing kampus memiliki berbagai keunikan dan keunggulan.
"Kita tidak perlu menutup mata dengan perguruan tinggi yang lain. Jadi saya kira dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) sudah tidak terlalu relevan," terangnya.
"Universitas Tarumanagara sendiri tahun ini menargetkan akan menerima 3.500 sampai 4.000 mahasiswa, sudah terakreditasi unggul, dan proses seleksi maupun penjaminan mutunya juga sangat ketat. Calon mahasiswa tidak perlu galau, fokus kepada cita-citamu," pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :