Pendidikan Vokasi Tak Banyak Diminati Orang Tua Siswa, Ini Penyebabnya
Jum'at, 24 Februari 2023 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
"Oleh karena itu, disinilah peran vokasi menjadi sangat penting untuk pengembangan kemampuan diri yang sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Jadi perlu ada kerja sama antara dunia usaha dan industri untuk demand and suplay,” tegasnya.
Dunia usaha dan industri menjelaskan pada dunia pendidikan mengenai jumlah kebutuhannya. Jumlah itu kemudian difokuskan pada bidang yang diperlukan. Kebutuhan tersebut kemudian disampaikan ke dunia pendidikan dalam hal ini Kemendikbud dan diserahkan kepada dunia pendidikan untuk mensuplai sehingga mencetak jumlah yang tidak jauh dari kebutuhan tersebut.
“Sehingga SMK dan poltek bisa kerja langsung dengan dunia usaha. Karena kan tujuan pendidikan vokasi adalah terserap dunia kerja. Konteksnya 70 persen terserap di dunia kerja,” katanya.
Yang bisa dilakukan pemerintah adalah kerja sama dengan berbagai pihak misalnya dengan dunia usaha, kementrian, KADIN, HIPMI dan lainnya. Semua pihak harus bicara soal demand dan suplai yang dibutuhkan kemudian melakukan link and match mengenai kebutuhan skill apa yang diperlukan.
“Pengajaran apa yang dibutuhkan. Jangan mengajarkan di dunia vokasi sesuatu yang tidak dibutuhkan di sektor industri atau dibawah kualifikasi. Untuk kurikulumnya yaitu dengan teaching factory yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kurikulum sesuai dengan kebutuhan factory sehingga siswa sudah terbiasa dengan terbiasa factory,” pungkasnya.
Dunia usaha dan industri menjelaskan pada dunia pendidikan mengenai jumlah kebutuhannya. Jumlah itu kemudian difokuskan pada bidang yang diperlukan. Kebutuhan tersebut kemudian disampaikan ke dunia pendidikan dalam hal ini Kemendikbud dan diserahkan kepada dunia pendidikan untuk mensuplai sehingga mencetak jumlah yang tidak jauh dari kebutuhan tersebut.
“Sehingga SMK dan poltek bisa kerja langsung dengan dunia usaha. Karena kan tujuan pendidikan vokasi adalah terserap dunia kerja. Konteksnya 70 persen terserap di dunia kerja,” katanya.
Yang bisa dilakukan pemerintah adalah kerja sama dengan berbagai pihak misalnya dengan dunia usaha, kementrian, KADIN, HIPMI dan lainnya. Semua pihak harus bicara soal demand dan suplai yang dibutuhkan kemudian melakukan link and match mengenai kebutuhan skill apa yang diperlukan.
“Pengajaran apa yang dibutuhkan. Jangan mengajarkan di dunia vokasi sesuatu yang tidak dibutuhkan di sektor industri atau dibawah kualifikasi. Untuk kurikulumnya yaitu dengan teaching factory yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kurikulum sesuai dengan kebutuhan factory sehingga siswa sudah terbiasa dengan terbiasa factory,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :