Gadis Asal Papua Ini Berhasil Jadi Dokter dengan Beasiswa ADik, Apa Kunci Suksesnya?
Kamis, 02 Maret 2023 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Kaget Saat Menjadi Dokter di Wamena
Ria yang memang orang Papua Asli mengaku kaget ketika ditempatkan di Wamena untuk menjalani internship Kedokteran, Ria juga terkaget-kaget dengan pola hidup masyarakat Wamena, terutama yang berada di pinggiran kota. Masyarakat Wamena, menurut Ria,masih jauh dari kesadaran akan menjaga kesehatan dan perawatan tubuh. Masih banyak warga Wamena yang asing dengan layanan kesehatan dari Puskesmas, apalagi rumah sakit.
“Kalau sakit, sebagian besar jarang ke Puskesmas apalagi rumah sakit, bahkan masih banyak wanita yang melahirkan hanya di rumah dengan beralaskan daun, “cerita Ria.
Ria dan beberapa dokter lain yang sudah bertugas sebelumnya selalu rajin mengedukasi soal kesehatan dan hasilnya, sedikit demi sedikit, kian banyak warga wamena yang memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas.
Pengalaman yang cukup berkesan walaupun sedikit tegang, diceritakan Ria bila terjadi perang suku yang masih kerap terjadi di Wamena.
“Di rumah sakit, suku-suku yang bertikai harus dipisahkan perawatannya, jauh satu sama lain, kalau disatukan, bisa terus perang di rumah sakit, “kata Ria.
Pesan Ria untuk Lanjut Kuliah dan Jangan Takut Terkendala Biaya
Menjalani perkuliahan dan kini menjadi dokter di Wamena, Ria menilai, bukan hal mudah untuk menjadi seorang dokter, namun bukan berarti hal itu tak bisa dilakukan.
“Ketika kita punya niat yang tulus untuk mencapai impian, maka pasti ada jalan untuk meraihnya,” tuturnya.
Ria berpesan pada generasi muda Indonesia untuk terus melanjutkan kuliah dan jangan takut soal biaya. Dikatakan Ria, saat ini banyak beasiswa, termasuk dari Kemendikbudristek melalui program ADik, yang bisa membantu setiap anak di Indonesia untuk meraih cita-cita dan impiannya.
Selain itu, masih banyak lagi bantuan pendidikan,baik dari pemerintah maupun organisasi lain non pemerintah untuk siapapun yang ingin kuliah di dalam maupun di luar negeri.
“Saya dapat menempuh kuliah tidak bayar sepeser pun, ini bisa menginspirasi semua untuk menggapai impian,” tandasnya.
Ria yang memang orang Papua Asli mengaku kaget ketika ditempatkan di Wamena untuk menjalani internship Kedokteran, Ria juga terkaget-kaget dengan pola hidup masyarakat Wamena, terutama yang berada di pinggiran kota. Masyarakat Wamena, menurut Ria,masih jauh dari kesadaran akan menjaga kesehatan dan perawatan tubuh. Masih banyak warga Wamena yang asing dengan layanan kesehatan dari Puskesmas, apalagi rumah sakit.
“Kalau sakit, sebagian besar jarang ke Puskesmas apalagi rumah sakit, bahkan masih banyak wanita yang melahirkan hanya di rumah dengan beralaskan daun, “cerita Ria.
Ria dan beberapa dokter lain yang sudah bertugas sebelumnya selalu rajin mengedukasi soal kesehatan dan hasilnya, sedikit demi sedikit, kian banyak warga wamena yang memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas.
Pengalaman yang cukup berkesan walaupun sedikit tegang, diceritakan Ria bila terjadi perang suku yang masih kerap terjadi di Wamena.
“Di rumah sakit, suku-suku yang bertikai harus dipisahkan perawatannya, jauh satu sama lain, kalau disatukan, bisa terus perang di rumah sakit, “kata Ria.
Pesan Ria untuk Lanjut Kuliah dan Jangan Takut Terkendala Biaya
Menjalani perkuliahan dan kini menjadi dokter di Wamena, Ria menilai, bukan hal mudah untuk menjadi seorang dokter, namun bukan berarti hal itu tak bisa dilakukan.
“Ketika kita punya niat yang tulus untuk mencapai impian, maka pasti ada jalan untuk meraihnya,” tuturnya.
Ria berpesan pada generasi muda Indonesia untuk terus melanjutkan kuliah dan jangan takut soal biaya. Dikatakan Ria, saat ini banyak beasiswa, termasuk dari Kemendikbudristek melalui program ADik, yang bisa membantu setiap anak di Indonesia untuk meraih cita-cita dan impiannya.
Selain itu, masih banyak lagi bantuan pendidikan,baik dari pemerintah maupun organisasi lain non pemerintah untuk siapapun yang ingin kuliah di dalam maupun di luar negeri.
“Saya dapat menempuh kuliah tidak bayar sepeser pun, ini bisa menginspirasi semua untuk menggapai impian,” tandasnya.
(nnz)
Lihat Juga :