Lindungi Flora dan Fauna Langka, UGM Bangun Pusat Riset Biodiversitas
Minggu, 12 Maret 2023 - 00:30 WIB
loading...
A
A
A
Prof Budi mengatakan, proses pembangunan laboratorium itu akan selesai dalam waktu 5-6 bulan dan akan diresmikan pada puncak Dies Biologi UGM pada 19 September 2023 mendatang.
Laboratorium itu juga akan menggunakan teknologi biometrik dan kultur jaringan. Pemanfaatan teknologi kultur jaringan, menurut Prof Budi sudah puluhan tahun diterapkan dalam pelestarian berbagai jenis anggrek asli Indonesia.
“Untuk anggrek sendiri sudah diteliti lebih dari 40 tahun, sekarang ini banyak biodiversitas flora dan fauna termasuk mikroba dan virus, berbagai flora dan fauna endemik bagi indonesia akan kita teliti,” ujarnya.
Terkait penamaan laboratorium yang menggunakan nama Profesor Moeso Suryowinoto, dia menjelaskan, ini sebagai salah satu bentuk penghargaan dari fakultas Biologi kepada Prof Moeso yang telah mendedikasikan hidupnya dalam pengembangan fakultas dan pelestarian anggrek di Indonesia pada era 1970-an.
“Kita membangun lab ini di atas lahan bekas bangunan laboratorium kultur jaringan yang didirikan Prof Moeso dulu dengan menggunakan uang pribadi. Kita ingin mengenang jasa beliau beliau lewat nama bangunan ini," terangnya.
Laboratorium itu juga akan menggunakan teknologi biometrik dan kultur jaringan. Pemanfaatan teknologi kultur jaringan, menurut Prof Budi sudah puluhan tahun diterapkan dalam pelestarian berbagai jenis anggrek asli Indonesia.
“Untuk anggrek sendiri sudah diteliti lebih dari 40 tahun, sekarang ini banyak biodiversitas flora dan fauna termasuk mikroba dan virus, berbagai flora dan fauna endemik bagi indonesia akan kita teliti,” ujarnya.
Terkait penamaan laboratorium yang menggunakan nama Profesor Moeso Suryowinoto, dia menjelaskan, ini sebagai salah satu bentuk penghargaan dari fakultas Biologi kepada Prof Moeso yang telah mendedikasikan hidupnya dalam pengembangan fakultas dan pelestarian anggrek di Indonesia pada era 1970-an.
“Kita membangun lab ini di atas lahan bekas bangunan laboratorium kultur jaringan yang didirikan Prof Moeso dulu dengan menggunakan uang pribadi. Kita ingin mengenang jasa beliau beliau lewat nama bangunan ini," terangnya.
Lihat Juga :